a href=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2011/01/a.-adib-m1.jpg”>img class=”alignleft size-thumbnail wp-image-525″ title=”a. adib m” src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2011/01/a.-adib-m1-120×150.jpg” alt=”” width=”120″ height=”150″ />/a>
p style=”text-align: center;”>Islam dan Demokrasi dalam Kepemimpinan Negara/p>
p style=”text-align: center;”>Oleh : A.Adib Musthofa *)/p>
Pemimpin atau imamah adalah cara mewujudkan kemaslahatan akhirat dan kemaslahatan dunia yang kembali kepada kepada kemaslahatan akhirat, karena segala kemaslahatan dunia dalam pandangan syarak harus diiktibarkan dengan segala kemaslahatan akhirat.a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftn1″>[1]/a> Dunia adalah sarana atau alat untuk meraih kemaslahatan akhirat. Antara dunia dan akhirat tidak dapat dipisahkan. Tidak dapat meraih akhirat tanpa jalan dunia. Sebab proses kehidupan manusia tidak berhenti dalam kehidupan dunia semata. Dunia adalah proses panjang menuju akhirat. Jadi peranan pemimpin adalah untuk menerapkan syariah islam dalam seluruh aspek.
Kepemimpinan dalam ajaran Islam adalah salah satu bagian terpenting dalam menjalankan syariat Islam. Sepeninggal rasulullah umat Islam mengalami masalah dalam masalah kepemimpinan, sehingga para sahabat sampai menghentikan proses pemakaman jenazah rasulullah pun harus di tunda sampai terpilihnya Abu Bakar sebagai pemimpin umat Islam, setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai pemimpin para sahabat melanjutkan mengurusi jenazah nabi untuk di kebumikan. Inilah pentingnya sebuah kepemimpinan dalam Islam. Padahal mengurusi jenazah adalah suatu hal yang wajib tapi ada yang lebih penting dari hal tersebut sehingga proses pemakaman rasulullah menjadi tertunda demi merealisasikan keberadaan kepemimpinan.a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftn2″>[2]/a>
Dimasa rasulullah masih hidup, beliau tidak menunjuk kepemimpinan umat Islam untuk mengantikan beliau. Sehingga pemakaman beliau pun harus tertunda, sebab umat Islam meributkan siapakah para sahabat yang pantas untuk menggantikan kepemimpinan rasulullah. Hal inilah yang menunjukkan bahwa kepemimpinan itu adalah dipilih bukan ditunjuk. Hal ini berbeda dengan system demokrasi kepemimpinan dipilih oleh rakyat dan rakyat adalah sumber pemilik kekuatan.
Selanjutnya, dalam system demokrasi, segala konsep kedaulatan dibawah naungan rakyat. Rakyatlah yang berhak menentukan segalannya. Demokrasi adalah pemerintahan dengan system oleh rakyat dengan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah sistem pemilihan bebas. Dalam ucapan Abraham Lincoln, demokrasi merupakan pemerintahan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftn3″>[3]/a>
Hampir disemua negara menerapkan system demokrasi. Mulai dari demokrasi terpimpin, demokrasi liberal, demokrasi kerakyatan, demokrasi pancasila bahkan sampai demokrasi sosialis. System ini juga digunakan oleh masyarakat muslim termasuk Indonesia . Bahkan terkadang umat Islam tejebak dalam pengertian demokrasi. Dianggap system Islam adalah system teokrasi atau bahkan terjerumus dalam perangkap pada demokrasi itu sendiri.
Jadi Islam sangat menghargai kehidupan ini dengan sesungguhnya yang akan mengantarkan manusia mencapai tujuan hidup yaitu akhirat. Antara demokrasi dan Islam dalam system kepemimpinan tidak bisa disamakan. Islam adalah Islam dalam demokrasi terdapat sebagian ajaran Islam tetapi tidak sama.
hr size=”1″ />
a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftnref1″>[1]/a> Dr. Adian Husaini, 2009,”Menimbang Kembali Konsep Demokrasi”,Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Islamia, Volume V No.2
a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftnref2″>[2]/a> Luthfi Aqrobah, 2009,”Kepemimpinan Politik Islam Menuju Pemerintahan Kuat Mandiri dan Terdepan”,Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Islamia, Volume V No.2
a href=”http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=0&.tm=1294746894&.rand=5vl6kcafjdl87#_ftnref3″>[3]/a> a href=”http://farid1924.wordpress.com/2008/03/05/kebobrokan-demokrasi-sebuah-tinjauan-kritis/” target=”_blank”>http://farid1924.wordpress.com/2008/03/05/kebobrokan-demokrasi-sebuah-tinjauan-kritis//a> di kutip pada tanggal 8 feb 2010
*) Penulis merupakan guru Pesantren Al-Manshur Darunnajah 3/alumni Pendidikan Kader Uulama (PKU) angkatan III