Menuntut ilmu di Madinah memiliki daya tarik tersendiri. Terutama oleh para alumni Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Madinah berbeda dengan tempat-tempat lainnya. Disana para mahasiswa bisa memadukan antara kemuliaan tempat dan kemuliaan waktu. Sebaik-baik waktu adalah waktu belajar dan sebaik-baik belajar adalah di tempat yang mulia, Madinah.

Universitas Madinah

Di Kota Madinah terdapat salah universitas ternama yang dikhususkan untuk mempelajari ilmu syar’i dan keagamaan, yaitu Universitas Islam Madinah. Terletak sekitar 7 KM dari Masjid Nabawi. Luar biasa dekatnya, sehingga ini juga menjadi salah salah daya tarik utama bagi para mahasiswa itu sendiri.

Kampus ini didirikan pada 29 Rabiul Awal 1381 Hijriyah  atau 6 September 1961 berdasarkan keputusan resmi dari Raja Saud bin Abdul Aziz. Universitas Islam Madinah menjadi salah satu tujuan favorit bagi para penuntut ilmu syar’i dari berbagai penjuru dunia, khususnya Indonesia. Selain karena memang berlokasi di Kota Nabi, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga memberikan beasiswa kepada semua mahasiswa yang menuntut ilmu di sana.

Adapun untuk jenjang pendidikan, terdapat program Ma’had Lughoh (kelas persiapan bahasa), Diploma, Bachelor (S1), Master (S2), Doctoral (S3) yang terdiri dari Fakultas Al Quran, Hadist, Bahasa Arab, Syariah serta Dakwah dan Ushuluddin. Selain itu terdapat juga Fakultas Umum seperti Fakultas Teknik, Fakultas Sains serta Fakultas Komputer dan Sistem Informatika, namun sampai saat ini baru hitungan jari saja mahasiswa dari Indonesia yang belajar di jurusan tersebut.

Alhamdulillah untuk 2 semester tahun sebelumnya ada 3 mahasiswa IKPDN (Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah) Madinah yang berhasil mendapatkan nilai Mumtaz. Siapa sajakah mereka?

Muhammad Fariz Khaerul Fazri

  1. Opang Maulana (Alumni Darunnajah 2 Cipining Angkatan 23) Fakultas Syariah Semester 3.
  2. Muhammad Fariz Khaerul Fazri (Alumni Darunnajah 2 Cipining 2 Angkatan 22) Fakultas Syariah semester 5.
  3. Muhammad Khotami Diki Nisyadin (Alumni Darunnajah 3 Al-Mansyur Angkatan 11) Fakultas Syariah semester 5

 

Opang Maulana

“Sebenarnya ana juga belum terlalu faham semua apa yang disampaikan dosen dikelas, tapi ana berusaha ketika selesai dirosah untuk bertanya sama teman dan memurojaaah kembali apa yang telah dipelajari dikelas dan membaca serta memahami lebihb banyak pelajaran yang ana anggap paling susah diantara pelajaran yang lain, selian itu juga memang harus selalu bertawakal dan berdoa setelah selesai ujian” Ungkap Opang Maulana salah satu mahasiswa peraih derajat mumtaz (istimewa).

Sistem pembagian waktu ujian di Madinah hampir sama dengan yang ada di Indonesia, yaitu persemester 4 sampai 5 bulan. Disetiap ujian ada point tertentu yang harus dicapai agar bisa mencapai target mumtaz.

Apakah setelah ujian mereka bisa mendapatkan waktu liburan? Tentu saja ada, dan meskipun memasuki waktu liburan, para mahasiswa madinah masih tetap memanfaatkan waktul liburannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Untuk tahun-tahun sebelumnya juga ada beberapa mahasiswa IKPDN Madinah yang mendapatkan mumtaz, tetapi baru tahun ini IKPDN (Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah) Madinah memberikan reward berupa sertifikat dalam acara silaturrahim tahunan dan pergantian pengurus IKPDN Madinah. (WARDAN/Mbafer)