DARUNNAJAH.COM-Serang,Banten.Sahabat muslim yang berbahagia sebagai seorang muslim sudah semestinya wajib bagi kita untuk melakukan ibadah yang telah di perintahkan oleh allah swt baik yang wajib maupun yang sunnah, akan tetapi apakah kita telah mengetahui apakah maksud ataupun tujuan kita untuk melakukan ibadah tersebut ?. baiklah untuk membuat kita paham apakah tujuan kita untuk beribadah pertama tama kita harus mengerti apakah ibadah itu.
Kata Ibadah diambil dari kata ‘ abada, ya’budu, ‘abdan, fahuwa ‘aabidun. ‘Abid, berarti hamba atau budak, yakni seseorang yang tidak memiliki apa-apa, dirinya sendiri milik tuannya, sehingga karenanya seluruh aktifitas hidup hamba hanya untuk memperoleh keridhaan tuannya dan menghindarkan murkanya. Manusia adalah hamba Allah“‘Ibaadullaah” jiwa raga hanya milik Allah, hidup matinya di tangan Allah, rizki miskin-kayanya ketentuan Allah, dan diciptakan hanya untuk  beribadah atau menghamba kepada-Nya:
وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون
Tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku (QS.adz-Dzariyat : 56).
menurut bahasa  kata ibadah berarti patuh , tunduk. Ubudyah artinya tunduk dan merendahkan diri.  Menurut Al’azhari, kata ibadah tidak dapat disebutkan kecuali untuk kepatuhan kepada Allah. Di dalam syara’, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah :
1. Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap.
Baik mungkin beberapa penjelasan diatas telah cukup bagi kita untuk mengetahui apakah ibadah itu dan sekarang kita akan mengetahui tiga jenis jenis ibadah menurut para ulama:
Pertama, orang yang dalam ibadah atau pengabdiannya disertai niat ikhlas karena Allah. Namun, disamping itu ia benar-benar berharap balasan dari-Nya. Yakni balasan Surga. Ibadah yang dilakukan dalam bentuk ini dalam hadis, dinamai dengan ibadah pedagang. Sebab sudah menjadi ciri seorang pedagang untuk berbuat atau bermodal, kemudian mengharapkan imbalan atau kembalian yang lebih banyak.
Kedua, orang yang dalam keikhlasannya beribadah terselip ketakutan akan murka dan siksa-Nya Allah SWT. Ibadah seperti ini disebut dengan ibadah budak. Sebab ciri seorang budak dalam menaati tuannya selalu diiringi dengan perasaan takut.
Ketiga, orang yang tidak bercampur apa-apa dalam keikhlasannya. Ia mengabdi kepada Allah bukan karena ingin mendapatkan balasan surga atau karena ngeri dan takut akan siksa-Nya. Orang-orang semacam ini sadar bahwa Allah adalah Cahaya yang mesti didekati dan tidak ada kebahagiaan melebihi dari mendekatkan diri kepada-Nya. Ia beribadah karena ia cinta dan bersyukur kepada-Nya. Syukurnya tidak pernah berhenti karena setiap syukur yang dilakukannya merupakan cahaya yang mesti disyukurinya. Sebab kalau kenyataannya itu disyukuri dengan puasa, salat, membaca al-Qur`an, bersedekah, mengucap syukur, dan lain-lain, semuanya itu merupakan kenikmatan lain yang mesti disyukuri. Ibadah ketiga ini merupakan ibadah tertingggi, dan dikenal dengan nama ibadah orang bebas (tidak terikat dengan surga atau neraka), ikhlasnya tidak lagi disebut dengan ikhlas yang pelakunya disebut mukhlisin. Akan tetapi, keikhlasannya sudah sampai pada tingkatan paling murni yang dalam al-Qur`an disebut sebagai Mukhlisin. Golongan ini tidak lagi bisa ditembus iblis sebagaimana tertulis dalam al-Qur`an, surat al-Hijr, ayat 39-40.

Iblis berkata: Ya tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka aku akan menjadikan baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti akan aku sesatkan mereka semua kecuali dari hamba-hambaMu yang Mukhlas”
Baik mungkin beberapa refrensi diatas mungkin dapat berguna bagi kita untuk mengetahui jenis ibadah apakah yang kita lakukan, tetapi disamping beberapa hal diatas tidak ada riwayat yangmelarang kita untuk melakukan ibadah dengan tujuan takut dengan siksaan ataupun mengharapkan surganya Allah SWT karena didalam Al’quran juga terdapat perintah bagi kita untuk beribadah dengan tujuan takut dengan siksaan ataupun mengharapkan surganya Allah SWT maka oleh karena itu jangan takut ibadah kita yang sia sia karena kita merasa takut dengan siksaan ataupun mengharapkan surganya Allah SWT.

writed by: [email protected]