Yang Mulia Yang Taqwa

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Taqwa adalah derajat yang paling tinggi dan paling mulia di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman (QS 49:13),”Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian.” Dengan taqwa manusia bisa mencapai kesuksesan dunia maupun akhirat” . Kesuksesan seorang bertaqwa ditandai dengan beberapa kemuliaan,

Diantaranya adalah : 1. Dipuji oleh Allah (3:186); 2. Dipelihara oleh Allah dari musuh-musuh (3:120); 3. Dibela dan diberi kemenangan (16:128); 4. Dibebaskan dari kesusahan dan diberi rizki yang halal (65:2-3); 5. Dimaslahatkan amalnya (33:70-71); 6. Diampuni dosa-dosanya (33:71); 7. Dicintai oleh Allah (9:4); 8. Diterima amalnya (5:27); 9. Dimuliakan (49:13); 10. Diberi kabar gembira di dunia dan akhirat (10:63-64); 11. Diselamatkan dari siksa neraka (19:72); 12. Kekal di surga (3:133); dan masih banyak lagi.

Kita selalu berdo’a memohon taufiq dan hidayah agar hidup kita menjadi ibadah dan Allah ridho kepada kita. Taqwa adalah jalan dikabulkannya do’a itu. Allah SWT berfirman (QS 2:194),”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” Setelah mendapat taufiq dan hidayah kita ingin terus-menerus bisa memperbaiki amal-ibadah kita dan jika berdosa segera diampuni, taqwa pulalah jalannya.

Allah SWT berfirman (QS 33:70-71),”Hai orang-orang yang beriman bertqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.” Terakhir kita ingin agar amal kita diterima oleh Allah SWT. Jika kita bertaqwa pastilah Allah menerima amal-amal kita. Allah SWT berfirman (QS  5:27),”            Sesungguhnya Allah hanya menerima amal orang-orang yang bertaqwa.”

Taqwa itu mudah tidak perlu kemampuan yang rumit-rumit cukup hanya dengan kemauan yang kuat. Taqwa berarti melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang tidak beriman kepada Allah bukan tidak mampu beriman, tetapi mereka tidak mau beriman. Hatinya tidak mau menerima Wujud, Sifat dan Tindakan Allah sebagaimana yang diterangkan sendiri oleh Allah.

Mereka menafsirkan sendiri sesuai dengan keinginan nafsu. Orang yang ingkar kepada Allah juga tidak rela Nabi Muhammad sebagai Rasulullah. Sehingga mereka tidak mau membaca kalimat syahadat asyhadu an laa ilaha illa-llah wa asyhadu anna Muhammdan Rasulullah.

Begitu pula perintah lain, seperti sholat, jika kita tidak sholat berarti kita memilih untuk tidak sholat bukan tidak bisa sholat. Kalau kita sholat dzuhur jam 14.00, itu pun karena kita memilih sholat jam 14.00, bukan karena tidak mampu di awal waktu. Termasuk masalah menutup aurat, makan berdiri, dan sebagainya.

Jika ada orang yang membuka aurat di muka umum atau makan berdiri, itu karena mereka memilih perilaku itu. Bukan karena tidak mampu menutup aurat atau tidak mampu makan sambil duduk.

Maka, jika kita ingin mulia pilihlah hidup bertaqwa karena taqwa itu pilihan bukan paksaan.

sumber : Guyru Pembaharu.com Penulis: Anom Wiratmoyo _Published on: Mar 31, 2012

nanink

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait