Malam ini, ahad (18/4) selepas sholat isya santri kelas akhir Darunnajah Cipining berkumpul di rumah Bapak Pimpinan. Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc memberikan pencerahan dan motivasi bagi para calon alumni mengenai apa yang mesti dilakukan setelah lulus dari Darunnajah
.
Setelah melewati Ujian Nasional dan Ujian Niha’i, para santri akhir ini tinggal menunggu hasilnya. Pak Kyai berpesan agar tetap menjaga ibadah kepada Allah. “Jangan sampai ketika kita sedang dihadapkan pada ujian, kita begitu rajin beribadah dan dekat kepada Allah. Tetapi setelah ujian itu selesai, kita justru malas dan menjauh dari Allah swt,” begitu Pak Kyai menasehatkan. Beliau menambahkan, bahwa setelah ujian berakhir, inilah saatnya untuk berdoa memohon kepada Allah swt agar mendapatkan hasil yang terbaik. “Apa yang kalian lakukan sekarang, itulah yang akan kalian nikmati di kemudian hari setelah menjadi alumni”, katanya.
Para santri tampak khidmat dan serius mendengarkan nasehat yang sangat berharga itu. Selain itu, Pak Kyai juga menjelaskan bahwa ada banyak kesempatan dan peluang yang bisa diraih setelah lulus dari Darunnajah Cipining. Bagi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, saat ini ada banyak kesempatan beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri. “Siapa yang ingin melanjutkan ke Al-Azhar Mesir?”, tanya Pak Kyia kepada para santri. “Bagi yang berminat silahkan mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi di Jakarta. Selain itu, Negara Syria juga memberikan kesempatan beasiswa yang sebesar-besarnya bagi para alumni Darunnajah,” ucap Pak Kyai memberikan informasi.
“Jalan hidup seseorang itu berbeda-beda, maka setiap hal yang terdetik di dalam hati kita, lakukan sholat istikhoroh. Agar Allah memberikan jalan yang terbaik bagi hidup kita. Supaya kita tambah yakin dengan pilihan yang akan kita tentukan nantinya. Jangan pernah minder, usaha kita akan menentukan nasib kita. Dekatkan diri kepada Allah swt”, demikian nasehat beliau mencerahkan.
Hadir juga pada kesempatan itu, dua pembimbing santri kelas Niha’i yaitu Ust. Fahmi Dzikrillah, S.IP dan juga Ust. Septa Chandra, SH yang senantiasa memberikan masukan dan arahannya pada setiap kegiatan santri akhir ini.
Begitu banyak untaian nasehat yang terucap dari lisan Pak Kyai, “hindari perbuatan-perbuatan yang membuat Allah benci kepada kita”, ujar beliau. Semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari pertemuan malam ini, serta mampu mengamalkannya, amiin. (Wardan/dzikrillah).