Ust Agus Suhendi sebagai panitia penyambutan mengatakan, "para santri akan melewati 6 langkah sebelum mereka dapat memasuki kamar masing, yaitu :
1- santri melakukan pembayaran di TU Keuangan dan menyerahkan slip perpulangan untuk di stempel
2- santri mengambil raport di wali kelas masing = masing
3- Dengan menunjukan slip yang sudah di stempel TU Keuangan dan raport, santri di perbolehkan menuju ke ruang costume house setelah mencoret nama pada kertas absensi kedatangan
4- santri masuk keruangan custome house dengan membawa barang – barang yang akan di bawa ke asram
5- santri memeriksakan rambutnya di ruangan pemeriksaan (disamping costume house)
6- santri masuk ke asrama dan tidak di perbolehkan keluar sementara untuk kelancaran pemeriksaan".
Menurut Ust Agus pemeriksaan seperti ini adalah kali kedua dilaksanakan dengan tujuan menghindari masuknya barang – barang yang tidak mendidik di lingkungan pesantren."sudah bukan rahasia kalau barang – barang yang banyak di sukai anak muda sesusia para santri seperti MP3 dan HP merupakan barang terlarang di pondok"ujarnya menjelaskan.
Jumlah Ustad yang dilibatkan dalam pemeriksaan ini berjumlah hampir 20 orang ustadz dengan dibantu santri – santri dari OSDN dan beberapa orang santri Ashabunnajah. "kita merekrut banyak orang agar jangan sampai nanti para santri harus menunggu dalam antrian terlalu lama" ujarnya beralasan.