Visitasi Pimpinan Pesantren di Lokasi PDPM

Visitasi Pimpinan Pesantren di Lokasi PDPM

Senin,(19/1), Pimpinan Pesantren Darunnajah II Cipining, K.H. Jamhari Abdul Jalal L.c., didampingi kepala-kepala biro pesantren mengadakan kunjungan di lokasi PDPM (Program Dakwah dan Pengembangan Masyarakat). Diantara kepala biro yang mendampingi: Ustadz Ahmad Rosichin Wasyrof S.Pdi. Kepala Biro Pengasuhan, Ustadz Katena Putu Ghandi S.Pd.I, sebagai kepala Biro Dakwah dan Humas, Mustajab, kepala biro Rumah Tangga, Drs. Rosyid Sholeh, kepala Sekolah Madrasah Aliyah.

Kunjungan ini sebagai manifestasi system control langsung bagi keberlangsungan program PDPM yang diikuti oleh santri kelas VI TMI dan XII MA ini. Sejak pukul 09.00 WIB rombongan mengawali perjalanan menuju lokasi yang kesemuanya dalam kabupaten Bogor. Diantaranya Desa Pamagersari, Desa Jasinga, Desa Parakan Muncang, Desa Cibatok 1, Desa Cibatok 2, Desa Leuweung Kolot, dan Desa Giri Mulya.

Rombongan tidak hanya sekedar menengok anak didik belaka, tetapi kunjungan ini ibarat charger bagi santri yang sedang mengemban dakwah masa kurun separo jalan dari waktu yang ditentukan. Selain itu sebagai ajang silaturahim pihak penanggung jawab dengan pihak pelaksana setempat. K.H.Jamhari mengingatkan disetiap posko peserta PDPM, bahwa peserta PDPM diterjunkan ditengah masyarakat untuk berkiprah dalam segala bentuk kegiatan kemasyarakatan, baik yang bersifat sosial maupun religi.

Para peserta menterjemahkan dan merealisasikannya dalam bentuk pengajaran TKA/TPA, SD/MI, kursus-kursus, pengajian majlis ta’lim, dan kegiatan posyandu. Realitanya program ini berjalan mulus dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Bahkan program yang hanya 10 hari ini dirasa sangat kurang dan terlalu singkat. ”Perlu penambahan waktu.” Tutur K.H.Hasan Basri, salah satu tokoh agama di Desa Leuweung Kolot. ”Kami mewakili warga berharap program PDPM ini diulang kembali pada ajaran selanjutnya dilokasi ini.” tambah beliau. Usulan-usulan dari pihak masyarakat mengejutkan civitas akademika pesantren. Bapak Lili Ghozali ibnu Yusuf, misalnya. Beliau mengusulkan, ”Diharapkan santri Darunnajah ditampilkan di masyarakat sebagai penetralisisr pemahaman khilafah di masyarakat. Selain itu santri diharap memiliki skill mengajarkan Al-Quran secara instan.” Memang Program PDPM ini sungguh menantang, baik bagi masyarakat maupun pesantren, terlebih santri yang melaksanakannya.

Pendaftaran Santri Baru