Upacara sebagai Sarana Penyampaian Informasi

upacara mingguan

Sabtu, 27 Oktober 2018 Santri kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darunnajah Cipining sukses menjalankan tugas dengan baik dalam kegiatan uparaca mingguan. Upacara memang memiliki banyak nilai pelajaran selain untuk memberikan kesempatan kepada santri untuk tampil dimuka umum, kegiatan setiap hari Sabtu yang bersifat wajib diikuti oleh seluruh dewan guru dan santri Darunnajah Cipining ini juga sebagai sarana penyampaian informasi yang perlu diketahui oleh seluruh peserta upacara.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar sepekan kedepan setiap minggunya selalu diawali dengan upacara dimana pada kesempatan tersebut akan disampaikan informasi-informasi penting yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh guru dan santri Darunnajah Cipining.

Adapun yang bertugas untuk menyampaikan informasi adalah pembina upacara yang setiap minggu berganti secara terjadwal, pembina upacara mendapatkan pesan dari berbagai pihak yang kemudian disampaikan didepan peserta upacara.

Sabtu ini yang bertugas sebagai pembina upacara adalah Al ustadz Ahmad Rosikhin, M. M.Pd (Kepala Biro Pengkaderan Pesantren Darunnajah Cipining). Sebelum beliau menyampaikan informasi beliau mengawali dengan mengevaluasi berjalannya upacara pagi ini. Dilanjutkan dengan pemberian motivasi kepada santri Darunnajah Cipining.

Baca juga: Upacara sebagai Bentuk Pendidikan santri di Darunnajah Cipining

”Jangan jadi manusia gerobak, tidak bergerak kalau tidak ada yang mendorong/menggerakkannya. Tapi jadilah manusia aktif, meski tidak ada yang menyuruh, namun tetap melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita masing-masing”. Tegas Al ustadz Ahmad Rosikhin, M. M.Pd selaku pembina upacara.

Adapun beberapa informasi yang beliau sampaikan pada saat upacara pagi ini adalah sebagai berikut:

  1. Seluruh penghuni Pesantren wajib menjaga kebersihan, dengan membuang sampah pada tempat-tempat yang sudah disediakan.
  2. Santri harus meningkatkan kedisiplinan, dalam lingkup sekolah adalah keaktifan dalam masuk kelas, tidak meninggalkan kelas/pelajaran tanpa udzur syari. Bila berhalangan masuk kelas maka wajib memiliki ijin sesuai prosedur. Karena kealfaan dalam absen sekolah sangat mempengaruhi untuk kenaikan kelas.
  3. Santri yang belum mengikuti pelaksanaan ujian mid semester maka wajib segera untuk mengikutinya dengan menghubungi panitia ujian.
  4. Guru yang belom membagikan hasil ujian mid semester harus segera membagikannya kepada santri, supaya santri mengetahui hasil dari ujiannya.
  5. Bagi santri yang mendapatkan nilai dibawah KKM diharuskan untuk segera meminta remedial kepada guru pengajarnya.

(wardan/aa)