Pondok Pesantren Darunnajah menggelar upacara perdana pasca liburan Ramadhan pada sabtu pagi, 4 April 2026 yang diikuti oleh seluruh asatidz, asatidzah, serta para santri dengan penuh semangat dan antusias. Dalam kesempatan tersebut, KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.B.S. selaku pimpinan pesantren menyampaikan sambutan yang sarat dengan motivasi dan arahan strategis kepada seluruh warga pesantren.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seluruh aktivitas pesantren harus segera bangkit, bergerak cepat, dan kembali bersemangat setelah libur panjang Ramadhan. Masa KBM hanya berlangsung selama dua bulan, sebelum para santri menghadapi ujian sesungguhnya sebagai bentuk evaluasi pendidikan.
“Hari ini kita kembali ke awal. Dua bulan ini adalah waktu yang sangat singkat. Kita harus aktif kembali, dinamis kembali, dan mempersiapkan diri untuk seluruh kegiatan yang telah menanti,” tegas beliau.
Beliau juga mengingatkan bahwa kegiatan pesantren tidak hanya sebatas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tetapi juga mencakup berbagai program dan kegiatan lainnya yang telah dijadwalkan, termasuk berbagai penampilan dan kegiatan di atas panggung yang memerlukan persiapan matang.
Beliau turut mengingatkan seluruh warga pesantren untuk hidup lebih efisien dan bijak dalam mengelola sumber daya. Kondisi ekonomi global yang semakin berat menjadi pengingat bagi seluruh santri untuk tidak boros dan senantiasa bersyukur.
“Di luar sana, kondisinya sudah sangat berat. Harga bahan bakar di Amerika sudah mencapai 4 dolar per liter, di Taiwan pun kondisinya sangat sulit. Kita sendiri hampir mengalami krisis. Alhamdulillah, Indonesia masih lebih baik. Maka kita harus berpikir tentang efisiensi dalam segala bidang dan di setiap kesempatan,” ujar beliau.
Beliau juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang bijak dalam kehidupan sehari-hari di pesantren, termasuk dalam hal konsumsi dan kebutuhan pokok para santri.
Menutup sambutannya, beliau mengajak seluruh warga pesantren untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih, semangat yang membara, dan rasa syukur yang tulus atas segala nikmat yang telah diberikan.
“Dengan apa yang sudah kita miliki dan yang sudah diberikan kepada kita, mari kita tetap bersyukur dan terus bekerja keras. Yang terpenting adalah kita selamat melewati tahun ini dengan hasil yang terbaik. Semoga tahun depan kita semua berhasil dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik bersama,” ujar beliau.
Upacara perdana ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Syeikh Ubaid Mabrouk, yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan di tengah lapangan pesantren.
Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan halal bi halal antara para asatidz, asatidzah, dan seluruh santri. Momen ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan setelah libur panjang Ramadhan, sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menjalani rutinitas pesantren dengan hati yang bersih dan penuh harapan.
