Untuk Apakah Pelatih Membangunkan Peserta KML di Tengah Malam? Untuk Apakah Pelatih Membangunkan Peserta KML di Tengah Malam?

Untuk Apakah Pelatih Membangunkan Peserta KML di Tengah Malam?

Salam Pramuka!

Tengah Malam di Bumi Cidokom

Prit………

Prit…prit…prit…prit…prit…… (bunyi pruit pramuka)

Tepat pada pukul 00.30 WIB terdengar bunyi pruit yang ditiup berulang-ulang kali oleh pelatih KML.

“Seluruh peserta KML segera berkumpul di lapangan aula!” Kalimat tegas yang terdengar nyaring membuat para peserta terbangun dan bergegas untuk lari.

Tanpa berfikir panjang, area bumi perkemahan kembali digetarkan oleh hentakan kaki para peserta yang sedang terburu-buru mematuhi perintah sang pelatih.Seluruh peserta Penegak maupun Penggalang lari tak beraturan bahkan saling bertabrakan satu dengan yang lainnya, akibat rasa kantuk yang tak tertahankan.

Hampir saja salah satu tenda peserta roboh akibat peserta yang tersandung tali dan patok tenda. Kegelapan dan kepanikan tersebut yang membuat hal-hal lucu bermunculan.

Lapangan yang biasanya terisi rapih dengan tiang bendera dan para peserta yang sedang melaksanakan upacara bendera, kini berganti oleh rapihnya para pelatih yang sudah terlihat sangat siap untuk memberikan setruman baru kepada para peserta.Apakah yang akan pelatih berikan kepada peserta KML?

Masih dalam keadaan bingung dan kaget. Bahkan masih ada saja yang tidak bisa menahan kantuk, dan pada akhirnya dia tetap melanjutkan mimpinya sambil berdiri dalam posisi siap.

Setelah berkumpul, ada komando agar Penegak dan Penggalang dipisahkan barisannya.

Ternyata, intruksi yang diberikan adalah, Golongan Penegak mendapatkan tugas baru untuk bisa melakukan penjelajahan menuju sebuah tempat yang sedang membutuhkan pertolongan serta bantuan mereka dengan waktu yang sangat cepat.

Pelatih hanya memberikan waktu 10 menit agar para peserta Golongan Penegak mempersiapkan semua perlengkapan yang harus mereka bawa ketika menjelajah.

Sementara, Golongan Penggalang dikumpulkan untuk berdo’a bersama agar perjalanan yang akan ditempuh oleh Kakak Penegak bisa diberikan kelancaran.Setelah Golongan Penegak memulai perjalannya, maka dipersilahkanlah Golongan Penggalang untuk kembali ke tenda dan melanjutkan istirahatnya.

Lega…

Begitulah yang dirasakan oleh Golongan Penggalang setelah dipersilahkan untuk istirahat kembali.

Prit….!!!

Tak lama kemudian, suara itu kembali terdengar setelah 3 jam yang lalu peserta dikumpulkan.

Masih dalam keadaan pusing karena terbangun dua kali di tengah malam. Tapi itulah pramuka, yang selalu siap dengan segala situasi yang ada.

Peserta Golongan Penggalang sudah berbaris rapih dengan pasukan regunya masing-masing.

Penjelajahan Penggalang
Penjelajahan Penggalang

Ternyata, intruksi yang diberikan adalah, agar Golongan Penggalang bisa dengan cepat menyusul Kakak Penegak karena keadaan semakin genting untuk segera menuntaskan banyak hal.Seketika itu, Golongan Penggalang siap membawa barang-barang keperluan yang dibutuhkan ketika menjelajah maupun ketika sampai lokasi yang dituju.

Berangkatlah mereka dengan tertib didampingi oleh rintikan gerimis kecil yang tetap membasahi mereka karena faktor perjalanan yang jauh.

Yang menjadi petunjuk jalan hanyalah ikatan pita kecil yang tersusun rapi disetiap sudut perjalanan.

Bisakah mereka sampai tujuan dengan selamat? Mari kita pantau perjalanan mereka dan tunggu info selanjutnya. (WARDAN/Mbafer)