Pertengahan bulan ini, tepatnya pada 13 – 15 September 2018 sebagian santri Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor kembali mendapatkan peluang evaluasi dan peningkatan kualitas diri via ISCO (Al Inayah Skill Competition) di Pondok Pesantren Al Inayah Gunung Sindur Bogor.

Tidak kurang dari 15 pondok pesantren aktif berkompetisi sesama santri harapan negeri, yaitua Darunnajah 2 Cipining Bogor,  At Taqwa Putri Bekasi, Darurrahman 1, Darurrahman 3, Jagad Arsy, Darul Muttaqien Parung Bogor, Al Mukhlisin Ciseeng, Darul Qur’an Mulia, Darul Tauhid, Darul Khoir, Ulumul Wur’an, Al Barkah, Darussalam Parung, Darul Arqom,  dan Islamiyah.

Total peserta lomba berjumlah 667 santri yang ambil bagian dalam 8 Cabang Lombap : Pidato, Puisi, Story Telling, Musabaqah Higdzil Qur’an , Musabaqah Tilawatil Qur’an, Marawis, Hadroh dan Futsal.

Sebagian besar perlombaan ditandingkan dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab dan Inggris dengan pengelompokan tingkat MTS/SMP dan MA/SMA.

Untuk Juara 1 dan 2 diambil dari setiap Mata Lomba dan semua point mata lomba digabung. Akumulasi nilai paling banyak oleh satu lembaga akan menjadikannya Juara Umum.

Kontingen Darunnajah 2 Cipining yang mengirim full tim minus Futsal berhasil menjadi Juara Umum. Pencapaian ini mengulangi prestasi yang sama pada even perlombaan Hari Lahir Al Inayah beberapa tahun lalu.

Adalah Al Ustadz Ahmad Farid selaku salah-satu pembimbing Kontingen Darunnajah 2 Cipining Bogor selalu memotivasi para peserta lomba agar terus giat berlatih dan belajar: “Yang terpenting adalah prosesnya bukan (hanya) hasilnya!” ungkap alumni Darunnajah 8 An Nur Cidokom yang sudah tiga tahun khidmah di Darunnajah 2 Cipining tersebut.

Pernyataan senior pembimbing Bagian Ibadah dan Pengajaran Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) bukan hanya isapan jempol semata karena memang para peserta lomba dikondisikan dari awal dengan adanya seleksi, latihan, try out hingga mendapatkan bimbingan dan do’a langsung dari Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Kepala Biro Pengasuhan Santri, ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom juga menguatkan pandangan tersebut ketika mengapresiasi para juara dengan ungkapan ‘Perlombaan tidak hanya untuk mengumpulkan piala juara saja, namun lebih untuk mendidik jiwa’ ليست المسابقة لجمع الكؤوس و إنما لتأديب النفوس

(wardan/mr. mim).

Daftar perolehan nilai ISCO 2018: