
KARAWANG, DARUNNAJAH.COM – Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman depan Gedung Saudi Pondok Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19 Karawang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Seluruh santriwan, santriwati, beserta jajaran dewan guru berkumpul bersama mengikuti Upacara Pembukaan Murajaah ‘Ammah 1 (Ujian Mid Semester 1).
Agenda tahunan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengukur serta mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah ditempuh selama tiga bulan terakhir. Acara dibuka secara resmi dengan pengarahan dan taujihat langsung dari Pimpinan Pesantren, Ust. M. Alih Kuasa, M.Pd.

Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani selama menempuh masa ujian, serta meluruskan kembali niat dalam menuntut ilmu.
“Murajaah merupakan satu rangkaian formal untuk mengulang kembali pelajaran selama tiga bulan lalu melalui tes. Ini menjadi trigger bagi antum untuk belajar kembali. Jangan pernah merasa terbebani, karena jika niatnya hanya sebatas ujian 14 hari saja, ilmu itu bisa hilang setelahnya,” tutur Ust. M. Alih Kuasa.

Beliau menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari proses pendidikan pesantren yang tidak dapat dipisahkan. Murajaah berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian belajar agar setiap santri mengenali potensi dan batas kemampuannya.
“Murajaah adalah alat untuk mengukur ketercapaian diri dalam belajar agar kita mengetahui ukuran diri. Orang yang sudah tahu ukuran dirinya, maka ia akan tahu diri. Sebaliknya, orang yang tidak pernah diuji tidak akan tahu kemampuan dirinya, sehingga hidupnya berjalan tanpa arah,” tegas beliau.

Lebih lanjut, Ust. M. Alih Kuasa menyitir filosofi kesadaran diri dalam proses menuntut ilmu. Beliau menyampaikan bahwa sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang tidak tahu bahwasanya ia tidak tahu. Pribadi yang baik adalah mereka yang sadar akan keterbatasannya, lalu tergerak untuk terus mengasah diri.
“Kita menuntut ilmu itu untuk menjadi orang baik, bukan agar sekadar bisa menjawab soal ujian. Seseorang akan terlihat wujud aslinya ketika dia diuji. Orang yang tidak bersungguh-sungguh menjadi santri akan melihat ujian ini sebagai beban, padahal tidak beriman seseorang sebelum ia diuji. Jika di momentum ujian ini saja kita tidak berubah, lantas apa lagi yang bisa mengubah kita?” pungkas beliau membakar semangat para santri.
Melalui pembukaan Murajaah ‘Ammah 1 ini, seluruh santri Pondok Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19 Karawang diharapkan dapat menjalani masa ujian selama dua pekan ke depan dengan penuh kejujuran, kesungguhan, dan ikhlas demi meningkatkan kualitas serta kapasitas diri.
