ujian nasional dihapuskan
Menu

ujian nasional dihapuskan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

PENGHAPUSAN UN PADA TAHUN 2021
Bagi kita semua yang di namakan dengan (UN) atau yang sering di sebut dengan ujian nasional ini adalah jenjang yang sangat di tungu-tunggu oleh seluruh para siswa dan siswi sd,smp,sma di sekolah dan juga jenjang penentuan untuk tahun pelajaran selama 3 tahun atau 6 tahun.kabar tentang akan di hapuskannya UN pada tahun ynag akan datang yaitu pada tahun 2021 . kabar ini di beritahukan oleh mentri Pendidikan dan kebudayaan yang akan di gantikan dengan system baru yaitu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei karakter .
Apa itu yang di maksud dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter?
Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter adalah yang terdiri dari kemampuan bernalar menggukankan Bahasa (literasi),kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi),dan penguatan Pendidikan karakter.mentri ini juga mengungkapkan banyak pertimbangan untulk mengganti UN dengan system Asesmen Kompetensi Minimum dan Suvei karakter, hal yang paling utama kenapa Un di gantikan dengan system tersebut karena UN banyak di nilai bermasalah dalam masa pembelajaran siswa dan siswi.
Yang
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno, mengatakan lembaganya mengkombinasikan PISA dengan TIMSS. Selanjutnya, Kementerian membuat prototipe metode asesmen ini. Ia menyatakan metode ini sudah dirancang dan diujicobakan. “Ini ada di AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia),” kata Totok seperti dimuat di Koran Tempo, Sabtu, 14 Desember 2019.

Patokan metode ini adalah metode asesmen Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

AKSI merupakan program pemetaan capaian pendidikan untuk memantau mutu pendidikan secara nasional atau daerah yang menggambarkan capaian kemampuan siswa. Asesmen ini membantu guru mendiagnosis kemampuan siswa pada topik-topik substansial.

PISA merupakan survei tiga tahunan yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menilai kemampuan 600 ribu siswa berusia 15 tahun yang telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan utama di 79 negara. Berdasarkan hasil survei pada 2018, kualitas pendidikan Indonesia turun pada semua bidang kompetensi dibanding survei terakhir PISA pada 2015. Skor kompetensi membaca pelajar Indonesia turun paling dalam dari 397 menjadi 371, matematika dari 386 menjadi 379, dan sains dari 403 menjadi 396.

Adapun metode TIMSS merupakan indikator kualitas pendidikan yang berasal dari International Association for the Evaluation of Educational Achievement. Penilaian TIMSS menekankan pada kompetensi matematika dan sains.

Pada Rabu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan penghapusan ujian nasional yang akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Asesmen ini terdiri atas kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

“Kebijakan ini mengacu pada praktik level internasional, seperti PISA dan TIMSS,” ucap Nadiem. ke dua karena berdasarka Survei dan diskusi dari orang tua,sisawa,hingga guru dan kepala sekolah mengatakan bahwa materi yang di berikan dalam UN cenderung padat.sehingga menjadikan siswa dan siswi hanya berfokus pada penghafalan materi bukan kompetensi,dan mengakibatkan banyak siswa cenderung stress.
Tetapi dalam perubahan system ini juga banyak orang tua yang mengomtari hal ini akan menjadi sebab yang sebenarnya dalam indikator keberhasilan siswa dan siswi.
Yakni sekolahnya geografi atau Pendidikan nasional UN ini hanya menilai satu aspek saja yaitu kognifitnya
Menteri juga mengatakan tentang hal ini atau system ini bahwa system ini tidak hanya menilai siswa dan siswi ,tetapi juga dapat memetakan sekolah berdasarkan pada kompetensi materi yang akan di ujikan
Dan yang di maksud dengan Asesmen Komoetensi Minimum adalah,kopetensi yang benar-benar minimum di mana kita dapat memetakan sekolah dan daerah berdasarkan kompetensi minimum apa itu materinya.materinya yaitu kognitif.kognitif terbagi menjadi dua bagian yaitu LITERASI dan NUMERASI.
Sebelumnya tentang UN untuk menentukan kelulusan siswa dan siswi di akhir masa sekolah menjadi perdebatan.tingkat destruksi seperti pengaruh mental hingga tujuan pembelajaran membuat pemerhati Pendidikan menurut UN di hapuskan. Ini semua sempat di sebutkan oleh mentri Pendidikan dan kebudayaan di Jakarta dalam rapat koordinasi bersam dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten se- Indonesia. Di hotel Bidakara Jakarta selatan rabu tanggal 11/12.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Pengumuman Kenaikan Kelas Annur Darunnajah 8 Cidokom TA 2019-2020

PENGUMUMAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN 2019/2020 BISMILLAHRRAHMANIRRAHIM SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR TMI ANNUR DARUNNAJAH 8 CIDOKOM Nomor: 74/TMI-DN8/V/2020 HASIL UJIAN AKUMULATIF SELAMA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 PONDOK PESANTREN