
“Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian” begitulah semboyan yang sering disampaikan baik oleh Pimpinan Pesantren maupun dewan Asatidz yang ada di Pondok, agar santri dan asatidz selalu ingat bahwa hakikat belajar itu untuk menambah wawasan serta pemahaman bukan hanya sekedar untuk ujian.

Masa-masa ujian di Pesantren seperti ini bukan hanya santri yang diuji melainkan semua elemen yang ada di Pesantren ikut diuji, baik dewan Asatidz ujian menjadi tolok ukur bagaimana hasil proses mengajarnya selama satu semester ini diuji, bagi santri bagaimana hasil belajarnya serta pemahamanya diuji.

Pepatah arab mengatakan “Dengan ujian Manusia akan dimuliakan atau dihinkan”
Semoga dengan ujian ini kita termasuk dalam golongan yang dimuliakan bukan dihanakan aamiin.

Suasana ujian lisan di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14
