Kehadiran rombongan dari UIN Syarif Hidayatullah Ahad pagi (13/2/11) ke pesantren Darunnajah Cipining merupakan rangkaian kegiatan roadshow ke pesantren-pesantren di daerah Bogor dan sekitarnya. Pada roadshow ini, UIN hendak membuka jalan memberikan harapan kepada lulusan pesantren (santri) untuk dapat berkiprah dalam dunia hukum dengan mengantongi Strata 1 bidang hukum (SH) melalui program studi ilmu hukum Fakultas syariah dan Hukum.

“UIN membuka peluang bagi alumni pesantren untuk menjadi praktisi hukum. Santri juga nantinya berpeluang menjadi pengganti pimpinan mahkamah agung, jaksa agung, bahkan pimpinan KPK sekalipun. Dan pemilihan UIN terhadap basis pesantren, karena pesantren yang memiliki tingkat MA memiliki keunggulan” jelas Bapak JM. Muslimin, MA., Ph. D., selaku ketua rombongan yang menjabat pembantu dekan III.
Penekanan juga diberikan oleh Bapak Dr. Djawahir Hajazziey, SH., MA. Selaku ketua prodi ilmu hukum. Beliau menegaskan bahwa kebutuhan akan profesi S-1 Jurusan hukum yang berasal dari alumni pesantren sangat tinggi. Bagaimana tidak? Beliau memahami bahwa lulusan pesantren, selain memiliki kualifikasi pendidikan juga telah membekali dirinya dengan ilmu agama yang konstruktif aplikatif.
Sementara itu, Direktur TMI, Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag dalam sambutannya memberikan arahan agar santri kelas 6 TMI (XII MA) yang mengikuti sosialisasi tersebut menanyakan seluruh hal ihwal terkait dunia kampus terutama kampus UIN. Beliau berharap agar para santri memiliki bekal guna memilih kampus selepasnya dari TMI Darunnajah Cipining nantinya. Selain itu, beliau juga mengaku bahwa Bapak JM Muslimin MA PhD adalah rekan satu lating saat menimba ilmu di pesantren Darussalam Gontor.

Menyikapi kehadiran rombngan UIN Syarif Hidayatullah ini, pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc turut mendukung serta mengapresiasi. Dalam kesempatan bertatap muka dengan rombongan, beliau mengatakan, kegiatan yang dilakukan UIN ini seharusnya terus dikembangkan dan ditindaklanjuti, mengingat tepatnya kegiatan roadshow tersebut bagi pesantren-pesantren yang memang menjadi sumber input bagi UIN itu sendiri. (wardan/Billah)