Berbagai kegiatan ekstrakurikuler di pondok pesantren Darunnajah Cipining telah ditutup terkait dengan akan dilaksanakannya ujian semester genap yang akan dimulai akhir bulan Mei 2009 ini. Sebagaimana telah menjadi ketetapan kebijakan pesantren melalui kepanitiaan ujian, seminggu sebelum ujian dilangsungkan semua kegiatan ekstra harus ditutup. “Hal ini diharapkan agar semua santri konsentrasi dalam mengikuti ujian. Terlebih ujian saat ini merupakan ujian kenaikan kelas” ungkap Ustadz Ahmad Husaini selaku ketua panitia ujian tahun ini.
Rabu (20/05), penutupan kegiatan muhadloroh (latihan berpidato) ditutup secara resmi setelah dibacakan oleh ketua Bagian Pengajaran, Helmi Firdaus, surat keputusan nomor 6 tentang penutupan sementara kegiatan bidang kepengajaran. Pembacaan yang dilakukan di masjid seusai makan malam tersebut disambut baik oleh para santri.
Kegiatan muhadloroh termasuk kegiatan ekstrakurikuler pesantren yang wajib diikuti oleh seluruh santri. Dilaksanakan 2 kali dalam sepekan dengan porsi muhadloroh siang yang dilaksanakan pada hari Ahad menempati jam ke-8 dan 9 waktu KBM atau selepas sholat Dzuhur. Dalam kesempatan ini, muhadloroh menggunakan bahasa Indonesia dan dilaksanakan per kelas.
Sedangkan untuk malam hari, dilaksanakan pada setiap hari Rabu malam Kamis yang disetting secara variatif. Terkadang dibuat per kelompok, namun juga dalam kesempatan lain dilakukan secara massal. Untuk muhadloroh malam ini, setiap orator wajib menggunakan bahasa resmi pesantren, yaitu Arab atau Inggris. Sebagai daya tarik kegiatan ini, dalam salah satu agendanya adalah hiburan yang akrab disebut dengan tasliyah. Tasliyah biasanya diisi oleh mereka yang memiliki suara emas dengan menyanyikan beberapa lagu berupa nasyid atau lainnya.
Sebelumnya, pada hari Ahad (17/05), penutupan kegiatan juga dilakukan oleh pengurus gerakan pramuka 03-001. Sebelum ditutup, pada latihan akhir saat itu, para andika diajak terlebih dahulu berkeliling sekitar pesantren untuk menambah kreativitas dan ketrampilan tentang kepramukaan khususnya mencari jejak dengan program yang bernama wide game.
Kali ini, tujuan wide game adalah Gunung Binangkit yang terletak di belakang area pesantren. Tempat bekas dari perusahaan pemecahan batu tersebut dipilih karena memiliki lokasi tempat yang tinggi sehingga dari atas bukit tersebut, para andika dapat menikmati indahnya Kampung Cipining dan pemandangan sekitarnya. Termasuk area pesantren Darunnajah, dari bukit Binangkit, pesantren tercinta ini sangat jelas dan membentuk keindahan yang cukup menawan.
Dalam wide game tersebut juga dilangsungkan berbagai perlombaan, diantaranya adalah Semaphore, morse, yel-yel, sandi-sandi, dan Keahlian Indra Manusia (KIM). Pada kesempatan itu juga, pengurus melantik anggota pasukan khusus (passus) Koordinator sebanyak 23 andika dari kelas VII dan VIII MTs. Saat itu pula, Abdul Rouf dan Adi Kusuma terpilih sebagai pinru dan wapinru yang akan membawa passus baru tersebut menuju kejayaan.
Sebagai akhir dari kegiatan, Agung Saktiana, Bindep II Koordinator, membaca surat keputusan yang menandakan bahwa kegiatan kepramukaan ditutup sementara waktu menjelang akan diadakannya ujian akhir semester.