Tukang Mie Pun Bisa Berbahasa Arab

Jakarta/dn.com-Mie Ayam merupakan salah satu makanan yang paling diminati santri apabila para santri melihat lauk ke dapur umum dan lauk tersebut terlihat kurang diminati oleh para santri dikarenakan lauk tersebut sering dimakan oleh para santri (seperti tahu – tempe red.). Untuk mengisi perut di siang hari setelah para santri menunaikan ibadah shalat dhuhur berjama’ah di Masjid, salah satu alternatifnya adalah dengan langsung menuju ke kantin dan memesan semangkok mie ayam.

“Ismi Naufal, ana min Moga, Pemalang, Jawa Al-Wustho”, ia memperkenalkan dirinya dengan berbahasa arab. “Wa tallamtu fil ma’had aidhan” lanjutnya. Santri yang setiap harinya diberikan kosakata bahasa arab dan bahasa inggris pun terkadang tidak percaya diri untuk menuturkan atau berbahasa resmi pondok, yakni bahasa arab dan bahasa inggris.

Dengan membayar sebesar lima ribu rupiah untuk satu mangkuknya, tidak terlalu mahal bagi para santri dan bisa dibilang murah dibandingkan dengan harga mie ayam di luar pondok. “Dua ratus mangkuk setiap harinya” ujarnya, “dan bukan hanya santri saja yang beli, melainkan walimurid SD dan walisantri juga membeli mie ayam saya” lanjutnya. Bagi santri, mie ayam kantin dapat dibeli dalam tiga waktu, yakni ketika istirahat sekolah, setelah shalat dhuhur dan setelah jam pelajaran selesai (Jam 14.10 WIB). Bagi yang ingin mencobanya silahkan datang saja ke kantin pondok pesantren Darunnajah!