Menu

Tips Merawat Printer

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Kenapa Printer seperti perangkat yang mudah sekali rusak dan seolah-olah hanya sekali pakai? Misalnya saja Panitia Ujian membeli Printer untuk kebutuhan kepanitiaan, akan tetapi ketahanan Printer tidak seperti yang diharapkan, padahal sudah dibeli dengan harga yang cukup lumayan mahal. Saat digunakan, usia Printer hanya selama saat Ujian berlangsung saja, bahkan sebelum Ujian tersebut usai, Printer sudah mulai Blinking, blank, error, ngadat, mogok kerja dan lain sebagainya.

Jika dirawat secara teratur, Printer sebenarnya mampu bertahan lebih kurang 2-3 tahun. Namun kadang tidak demikian (seperti kasus diatas misalnya), ada juga beberapa kasus dalam Printer Infus pada khususnya, yang biasanya cukup melelahkan mondar-mandir ke tempat Service Printer (Pengalaman pribadi nich, hehe), sekedar bertanya apa sebab Printer lampu warnanya kedap-kedip (Blinking). Apa yang terjadi, apakah ada yang salah? Yups! Itu yang akan kita cari pada uraian kali ini. Mudah-mudahan Tips ini dapat berguna dan akan menggunakan Printer lebih baik sebagaimana mestinya. Sehingga tidak ada lagi yang memperlakukannya dengan tidak berprike-PRINTER-an, hehe.. chek it out!

  • Gunakan Printer setiap Hari, minimal satu lembar Print Warna dan Hitam-Putih. Kalaupun tidak digunakan untuk mencetak, maka cukup hidupkan printer karena minimal dia akan membasahi head Jangan mendiamkan printer (tak terpakai) dalam kurung waktu lama. Itulah alasan mengapa cartridge color (warna) lebih sering rusak dibandingkan cartridge black (hitam) dikarekan sangat jarang digunakan, kasihan kan? Hehe..
  • Jangan Ngeprint terlalu banyak alias Diporsir.  jika pun hendak mencetak banyak, sebaiknya berilah jeda waktu istirahat setiap 10-15 lembar untuk document biasa 1-3 menit, dan 1-2 lembar untuk print kualitas foto dengan waktu istirahat 3-5 menit. Nggak percaya? Silahkan ngeprint 100 lembar sekaligus Nonstop, Oops.. don’t try at home ya J
  • Segeralah mengisi tinta pada Cartridge jika kualitas cetakan sudah mulai berkurang. Jangan menunggu tinta betul-betul habis. Jika memang tinta sudah terlanjur habis, pastikan jangan membiarkan Cartridge kosong terlalu lama. Bahaya, bisa menyebabkan kekeringan, tersumbat dan bahkan Cartridge-nya bisa mati.
  • Pastikan menggunakan tinta printer dengan kualitas yang baik, jangan sering gonta-ganti merek tinta (setialah pada satu merek saja), dikarenakan tiap-tiap merek pada tinta bisa saja memiliki kualitas ke-enceran yang berbeda dan ini tentunya sangat berpengaruh pada head printer
  • Jangan mengisi cartridge terlalu penuh. Beri ruang sedikit bagi udara untuk membantu menekan tinta keluar, itulah alasannya kita dilarang makan banyak-banyak, agar proses dan lalu lintas pencernaan kita berjalan dengan lancar(sekedar analogi).
  • Pastikan saat mencetak, gunakan kertas dengan kualitas yang masih bagus. Jangan menggunakan kertas yang lusuh dan berdebu. Pastikan juga (sebelum di eksekusi dengan klik OK), atur dulu pada Properties Printer, pilihlan Text and Image atau pada jenis Printer lain; Print Quality-nya Standard atau High. Jangan pilih Text (saja) atau Print Quality-nya Fast. Karena akan menyebabkan Printer cepat lelah dan kehausan.
  • Saat Printer mencetak namun kertas macet atau tersangkut, sebaiknya jangan menarik kertas dari tempat masuk kertas, tariklah kertas dari depan (tempat keluar kertas). Ini tujuannya untuk mencegah seal film bagian bawah cartridge tergores . Kecuali ada ruang khusus yang bisa digunakan untuk menarik kertas yang tersangkut, misalnya pada jenis Printer merek HP.
  • Jangan keseringan menghidupkan dan mematikan printer, karena saat pertama dihidupkan printer akan melakukan cleaning otomatis yang akan menyerap tinta sehingga tinta cepat habis . Usahakan untuk membiarkan printer tetap hidup, di samping tidak menyedot banyak daya alias hemat listrik, juga karena bisa memperpanjang umur cartridge.
  • Jika terpaksa harus mematikan printer, maka matikanlah dari tombol power (pada printer), jangan mencabut colokannya langsung. Dengan mematikan dari tombol Power, Printer akan melakukan shutdown sendiri sebagaimana mestinya, seperti ; membersihkan tinta sisa pada head dan menutupnya agar tidak terjadi penyumbatan.

Demikian Tips dari Team WARDAN kali ini, semoga bermanfaat buat para netter pengunjung setia Website Darunnajah Cipining dimanapun berada. Bila ada yang belum jelas boleh untuk meninggalkan komentar pada bagian bawah artikel ini. Demikian juga untuk Printer Infus, Tips diatas juga bisa digunakan, namun pembahasan khusus untuk Printer Infus Insya Allah akan diuraikan pada artikel berikutnya. Maka silahkan untuk kembali lagi membuka darunnajah-cipining.com (WARDAN/Abu Adara)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

STAI Darunnajah Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah kembali membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021. STAIDA merupakan lembaga perguruan tinggi milik Yayasan Darunnajah. Letaknya tidak