Tingkatkan Pelayanan, Pesantren Darunnajah 2 Cipining Gelar Pelatihan Keprotokolan - 2 Tingkatkan Pelayanan, Pesantren Darunnajah 2 Cipining Gelar Pelatihan Keprotokolan - 2

Tingkatkan Pelayanan, Pesantren Darunnajah 2 Cipining Gelar Pelatihan Keprotokolan

BOGOR- Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor Jawa Barat mengggelar Pelatihan Keprotokolan yang dikuti oleh seluruh Guru dan santri perwakilan pengurus OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) bertempat di Aula Al-Ghozali. Kamis, 29 Februari 2024.

Simulasi Penyajian Minuman

Pelatihan Keprotokolan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang keprotokolan dan menghadirkan Hasan, M.Pd yang merupakan profesional protokoler yang sudah berpengalaman belasan tahun dan sudah mendampingi beberapa tamu/pejabat dari dalam dan luar negeri di Indonesia.

Pelatihan Keprotokolan terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama pada siang – sore hari diperuntukan untuk guru dan santri putri dan sesi kedua pada malam hari diikuti oleh guru dan santri putra.

Dalam kesempatan ini Hasan, M.Pd menyampaikan, “Ilmu keprotokolan penting bagi pesantren karena banyak hal yang harus kita pelajari dalam penyiapan acara atau agenda pesantren lainya, harapanya setelah pelatihan pada hari ini santri bisa lebih aktif serta mengerti apa yang harus dikerjakan secara maksimal”.

Hasan dalam pemaparanya menyampaikan bahwa Ilmu Komunikasi menjadi dasar seorang Protokoler. “Ilmu komunikasi adalah dasar yang sangat penting yang harus dimiliki seorang protokoler, karena menjadi protokoler harus menguasai komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik karena setiap tamu yang didampingi harus dilayani dengan maksimal supaya tamu merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Protokoler Kantor Wakil Presiden tersebut menambahkan bahwa perlunya manajemen kegiatan yang perlu disiapkan dari persiapan hingga acara berlangsung.

Sowan Ke Bapak Kiai

“Persiapan demi persiapan harus detail sejak awal kedatangan, penjemputan, tempat transit, waktu acara serta selesai acara wajib diatur dengan tertib dan rapi sehingga acara bisa berjalan dengan sempurna,” tambahnya.

“Persiapan yang matang serta koordinasi dan kolaborasi antar lini, merupakan hal penting yang harus dilaksanakan sehingga acara demi acara bisa terlaksana dengan Baik, serta seorang protokol harus cepat, tanggap, cekatan, luwes serta mempunyai feeling yang kuat dalam melaksanakan tugasnya,” imbuh nara sumber pelatihan keprotokolan di berbagai instansi ini.

Para peserta tampak begitu antusias. Terbukti dengan banyaknya santri dan guru mengikuti simulasi penyajian hidangan, serta mengajukan aneka pertanyaan.

 

Dalam sesi pembukaan pada Kamis siang, sambutan pengurus pesantren yang diwakili oleh Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., M.Pd., (Penjamin Mutu Pendidikan) disampaikan beberapa poin:

1. Selamat datang kepada Ustadz Nur Hasan, M.Pd., yang telah hadir dari Kendal Jawa Tengah di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor. Ini merupakan pelatihan protokoler kedua kali bersamanya, setelah pelatihan pertama diadakan pada Maret 2018 silam.

2. Kualitas dalam menghormati tetamu merupakan indikator kualitas keimanan seseorang, sebagaimana Hadits riwayat Bukhari & Muslim:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه.

3. Persaudaraan sesama kaum muslimin hendaknya meniru konsep kaum Muhajirin & Anshar. Suatu saat kita menjadi tetamu (muhajirin) & pada waktu lainnya kita juga menjadi tuan rumah (anshar).

4. Kedatangan tetamu merupakan asbab keberkahan. Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc., pernah menyampaikan bahwa menerima tetamu itu memang melelahkan, bahkan juga harus mengeluarkan dana untuk penyambutan serta pelayanan dan lainnya, tetapi yakinlah efek ikram dhuyuf (menghormati tetamu) jauh lebih besar dan dahsyat dari apa yang dikeluarkan.

5. Tuan rumah itu harus lebih tahu tentang isi rumahnya
أهل الدار أدرى بما فيها
Misalnya, panitia pelaksana yang dikomandani Ustadz Hasan Basri & Ustadz Rizman (Direktur & Wakil Direktur Kesekretariatan Pesantren) dan atau pengurus pesantren mengondisikan silaturrahmi nara sumber dengan Pimpinan Pesantren dan atau Wakil Pengasuh (Pembina Pesantren). Menawarkan untuk berkeliling survey lokasi-lokasi yang perlu dan penting dikunjungi.

6. Falsafah Jawa mengajarkan tata-cara menerima dan menghormati serta melayani tetamu dengan 5 hal: Gupuh (melayani tetamu dengan sat-set, agility), Aruh (menyapa yang baik), Rengkuh (dengan lapang dada), Lungguh (mempersilahkan duduk yang nyaman), serta Suguh (menghidangkan jamuan yang halalan thoyyiban).

7. Semua peserta agar berniat belajar sebanyak-banyaknya dari nara sumber yang sekaligus praktisi di bidang keprotokolan. Pesantren Darunnajah 2 Cipining telah berkesempatan menerima tetamu dari wali santri, Muspika, Muspida, Bupati, Mentri Riset & Teknologi (Kepala BPPT) serta Mentri UKM dan Koperasi, hingga Duta Besar Arab Saudi. Bahkan,  pernah juga kedatangan tetamu non Muslim dari Jerman dan Amerika. Juga beberapa tetamu luar negeri dari Australia, Malaysia, Sudan, Mesir, hingga Syiria. Maka, pelatihan keprotolan sangat dipentingkan bagi dewan guru dan santri. Dengan demikian, benarlah bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan tetapi lembaga pendidikan kehidupan. Semoga!. (Wardan/ Hasan & Mr. MiM).