Yang dimaksud melampaui batas dalam berdoa adalah setiap permintaan yang bertentangan dengan kebijakan Allah swt atau bertentangan dengan syariat dan perintah-Nya, atau menyelisihi apa yang dikabarkan-Nya.
أُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةٌ، إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ اْلمُعْتَدِيْنَ
“Berdoalah kepada Rabb mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf : 55)
Barang siapa yang meminta kepada Allah dengan permintaan yang tidak layak, atau terlalu mendalam dalam meminta dengan menyebutkan doa secara rinci yang secara umum tidak diperlukan, begitu pula meminta apa yang tidak boleh baginya untuk memintanya, seperti berdoa agar dibantu dalam mengerjakan hal-hal yang diharamkan, itu semua termasuk melampaui batas dalam berdoa.
Begitu pula meminta apa yang tidak boleh baginya, misalnya meminta dikekalkan hingga hari kiamat, meminta agar di bebaskan dari hal-hal yang lazim bagi manusia, seperti kebutuhan terhadap makan dan minum, meminta untuk ditampakkan hal-hal yang ghaib, meminta untuk dijadikan orang yang maksum (terbebas dari dosa), atau meminta diberikan keturunan tanpa perantaraan istri atau budak.
Termasuk dalam kategori melampaui batas dalam berdoa ialah mengangkat suara dalam berdoa diatas kelayakan. Ibnu Jurairij mengatakan, “Termasuk melampaui batas pula mengangkat suara dalam berdoa dan berdoa kepada selain Allah bersamanya”. Ibnu Qoyyim berkata “Allah mengabarkan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Mereka ialah orang-orang yang berdoa kepada selain Allah bersama-Nya, dan ini adalah perbuatan yang melampaui batas”.
Selain itu, berdoa dengan tanpa berendah diri. Bahkan, menganggap rendah seperti orang yang merasa cukup dari apa yang ada di sisi-Nya dan menganggap rendah karunia Allah. Ibnu Qoyyim berkata: “Ini adalah perbuatan yang sangat melampaui batas yang berlawanan dengan doa yang merasa hina, fakir dan miskin dari segala sisi. Oleh karena itu, barang siapa yang tidak meminta sebagaimana permintaan orang yang miskin yang sedang ketakutan, maka dialah orang yang melampaui batas.”
Begitu pula hendaknya doa tidak mengalihkannya dari perintah yang wajib atau kewajiban yang ada pada saat itu. Misalnya memuliakan tamu, menolong orang yang terkena musibah, membela orang yang teraniaya dan yang lainnya. [WARDAN/@abuadara]
=====================
Disampaikan pada Talim bakda Magrib di Masjid Jamik Darunnajah Cipining oleh Santri Kelas 6 TMI




