Teman di Sore Hari "Buku" Teman di Sore Hari "Buku"

Teman di Sore Hari “Buku”

Bagi santri Al-Harokah Darunnajah 12, buku bukan sekadar kumpulan tulisan di atas kertas, melainkan teman yang selalu menemani mereka di setiap sore. Di saat matahari mulai meredup, para santri berbondong-bondong menuju pojok baca, tempat sederhana yang kini menjadi pusat minat dan imajinasi mereka. Walaupun koleksi buku masih tergolong minim, hal itu tidak mengurangi semangat para santri untuk mengisi waktu mereka dengan membaca. Setiap buku yang ada di pojok baca bagaikan harta karun yang menggugah rasa ingin tahu dan memperluas wawasan mereka.

suasana pojok baca di gazebo Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai

Pojok baca ini, meskipun kecil, telah berhasil menciptakan suasana belajar yang santai dan menyenangkan. Para santri dengan antusias memilih buku, entah itu tentang cerita inspiratif, Buku Biografi atau novel, Mereka menikmati waktu membaca di sini, seolah-olah sedang melakukan perjalanan ke tempat-tempat baru melalui setiap kata yang mereka baca. Sore hari di pojok baca ini menjadi waktu yang paling dinantikan, karena di sinilah mereka menemukan dunia baru yang penuh dengan pelajaran berharga.

Walaupun buku yang tersedia masih terbatas, hal ini tidak menyurutkan keinginan para santri untuk belajar. Justru, keterbatasan tersebut membuat mereka semakin menghargai setiap buku yang mereka baca. Santri Al-Harokah Darunnajah 12 seakan berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan yang ada. Bagi mereka, setiap lembar buku adalah jendela menuju dunia yang lebih luas dan penuh dengan pengetahuan yang belum mereka ketahui sebelumnya.

Selain memperkaya wawasan, pojok baca ini juga menjadi tempat di mana santri belajar nilai-nilai kebersamaan. Mereka sering berbagi buku dan berdiskusi tentang apa yang mereka baca, saling menularkan semangat membaca dan belajar. Pojok baca bukan hanya tempat membaca, tapi juga ruang untuk tumbuh dan berkembang bersama, menjadi wadah di mana mereka bisa belajar bekerja sama dan saling mendukung dalam memperdalam pengetahuan.

Dengan adanya pojok baca ini, harapan besar pun tumbuh. Para guru dan santri berharap pojok baca ini terus berkembang dan koleksi bukunya semakin lengkap. Mereka yakin bahwa dengan semakin banyak buku yang tersedia, semakin besar pula wawasan yang bisa digali. Pojok baca bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya buku, tetapi tempat lahirnya calon-calon pemimpin yang kritis dan berwawasan luas.

Semoga pojok baca di Al-Harokah Darunnajah 12 ini terus memberikan inspirasi dan menjadi fondasi bagi budaya literasi yang kuat di kalangan santri. Harapannya, santri tidak hanya menjadikan buku sebagai teman di sore hari, tetapi sebagai bagian dari hidup mereka yang akan menemani perjalanan menuju masa depan. Dengan buku di tangan dan semangat di hati, mereka siap menjelajahi dunia dengan bekal ilmu yang memadai.