TAHUKAH ANDA, ADA YANG ISTIMEWA DALAM WISUDA SANTRI 2009?

Wisuda Santri (Haflah Takharruj) merupakan salah-satu agenda pamungkas bagi santri nihai (VI TMI/XII MA) Darunnajah Cipining. Kegiatan akhir sanah ini sarat makna dan kesan mendalam bagi siapapun yang pernah merasakannya. Rasa bangga dan kesyukuran akan semakin bertambah, ketika disadari bahwa tidak semua santri yang ketika di kelas I TMI atau Intensif masuk bersama-sama ke pesantren, bisa mendapatkan unforgotable sweet memories tersebut. Hanya mereka yang lulus ‘seleksi alam’ saja, yang berhak mendapatkan karunia yang membahagiakan nan mengharukan itu.

Sudah ada beberapa reportase yang melaporkan rangkaian, para tamu, sambutan-sambutan dan hal-hal lain terkait dengan closing year ini. Tulisan berikut mencoba untuk menghadirkan hal-hal yang istimewa, setidaknya karena sebelumnya belum pernah ada, yang terjadi pada Hari Kamis, 21 Mei 2009 lalu.

Pertama, Rofiqul Ummat merupakan Qari perdana dari santri non asrama, yang mendapatkan kesempatan untuk memperdengarkan suara emasnya di dalam annual meeting tersebut. Selama ini, pelantunan kalam Ilahi dipercayakan kepada santri asrama, terutama yang tergabung dalam Ikatan Qari Darunnajah (IQDA).

Perlu untuk diketahui sebagai bagian dari sejarah Darunnajah Cipining, Haflah Takharruj yang melibatkan santriwan-santriwati asrama dan non asrama, baru terjadi pada tahun 2001. Tahun 2000, meskipun sudah ada calon alumni perdana santri non asrama, prosesi kelulusan mereka dilaksanakan secara terpisah dengan santri non asrama, karena ada satu dan lain sebab.Pada tahun-tahun sebelumnya, dari tahun 1994 – 1999, wisuda santri hanya diikuti oleh santri putra asrama.

Kedua, sambutan calon wisudawan dalam Bahasa Inggris oleh Yusep Supriatna dan Bahasa Arab oleh Syarah Syaepiana, merupakan tradisi baru yang sangat relevan untuk dikembangkan. Mengingat Bahasa Arab dan Inggris merupakan dua bahasa internasional yang harus dikuasai seorang muslim kontemporer. Kiranya petugas yang lain dalam pertemuan ini, juga bisa menggunakan dua bahasa tersebut, seperti mc (master of ceremony), misalnya.

Kehadiran bapak H. Ahmad Sukandar, M.Ag (Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren), yang mewakili Kepala Kantor Wliyah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat, juga menambah bobot pertemuan. Pada event-event sebelumnya, para tamu VIP pada umumnya berdomisili dan datang dari Jadebotabek. Perjalanan darat seorang pejabat dari Bandung – Cipining, yang merupakan ujung baratnya Bogor Barat, tentu perlu mendapatkan apresiasi dan atensi yang memadai. Terlebih lagi, beliau menyampiakan sambutan yang lebih layak disebut sebagai orasi ilmiah, dan membuat hadirin mengangguk-anggukkan kepala mereka. Apresiasi khusus dengan symbolic applaus , diungkapkan dalam sambutan Direktur TMI Darunnajah Cipining, ustadz Muhammad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I.

Keistimewaan lainnya, disamping jumlah wisudawan dan wisudawati yang mencapai 106 santri, yang merupakan angkatan terbesar secara kuantitas selama 16 periode. Yang berikut ini, bisa jadi belum banyak yang mengetahui, di antara para alumni baru tersebut terdapat kakak-adik kandung. Muhammad Hasan dan Tiharoh, kedua alumni asal Jakarta ini merupakan putra dan putri H. Umar Hamzah. Bahkan, tiga kakak kandung mereka juga merupakan alumni dari almameter yang sama, yaitu Utsman Umar (angkatan V, 1998), Ahmad Umar (angkatan VI, 1999) dan Arsyad Umar (angkatan IX, 2002). Alumni yang juga memilki garis nasab yang sama adalah Fahrul Hamam dan Khoirul Inayah, keduanya merupakan adik kandung Muhammad Kahfi, Lc (alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan III, 1996 dan Al Azhar Mesir). Mereka bertiga adalah putra dan putri bapak Zaelani yang kini tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebagai tanda kesyukuran dan keistimewaan tersendiri, perlu juga disebutkan disini bahwa Arina Septiana Khoirun Nisa, putri pertama ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I (salah satu guru senior dan staff Biro Da’wah dan Humas.), merupakan alumni putri pertama dari keluarga besar asatidz Darunnajah Cipining. Putri mudarris alumni Gontor ini, telah menjalani proses pendidikan formalnya dari TK, MI, MTs dan MA Darunnajah Cipining. Pada tahun sebelumnya, juga telah lulus dari MA Darunnajah: Muhammad Zulfikar (2006) dan Habibi Azhar (2007), keduanya merupakan putra pertama dan kedua ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh (Kepala Madrasah Aliyah Darunnajah).

Informasi menggembirakan juga datang dari sekretaris pesantren, ustadz Amin Songgirin sarim, S.H.I yang menyatakan jumlah alumni yang siap mengabdi pada tahun ini mencapai 32 santri. 5 di antara mereka adalah Ashabunnajah yang memang mempunyai kewajiban untuk mengabdi. Selebihnya, mereka mengajukan diri secara suka rela untuk leraning by teaching, baik di almameter tercinta maupundi lembaga lain.

Tidak ketinggalan pula informasi dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA Bogor. Lembaga bonafide pimpinan Dr. H. Muhammad Syafi’i Antonio, M.ec., Lc. ini telah mengadakan try out dan seleksi masuk kepada para calon alumni Darunnajah pada Kamis, 14 Mei 2009 lalu. 25 orang dinyatakan lulus seleksi, dan tiga di antara mereka lulus dengan grade A, yaitu: Novita Sari, Yusep Supriatna dan Prihatin.

Selamat Jalan Akhi dan Ukhti, semoga setiap tarikan nafas, detakan jantung, ayunan tangan dan langkah kakimu menjadi asbab keberkahan untuk Darunnajah dan umat di seluruh alam, amin!. (Mr. MIM)