
Al Qur’an merupakan firman Allah Swt dimana barang siapa membacanya bernilai ibadah bahkan terdapat 10 kebaikan disetiap hurufnya. Al Qur’an juga sebagai mu’jizat bagi Rasulullah Saw yang dijadikan pedoman hidup untuk seluruh umat manusia. Selain itu Al Qur’an juga memiliki ke utamaan yang luar biasa diantaranya Al Qur’an adalah Cahaya (Q.S Asy Syura: 52), Al Qur’an adalah Petunjuk (Q.S Al Isra’: 9), Al Qur’an adalah Rahmat dan Obat (Q.S Yunus: 57) dan masih banyak lagi keutamaan lainnya.
Lalu pertanyaannya seberapa seringkah kita membaca firman Allah tersebut? Berapa halamankah dalam sehari yang kita baca dari kitab Al Qur’an? Bisa dibilang disetiap rumah umat muslim pasti ada kitab Suci Al Qur’an, namun bila ditanya seberapa sering kitab tersebut dibaca? Mungkin kita akan menemukan fenomena yang tidak seharusnya terjadi. Wallahu ‘alam.
Berikut beberapa tahapan agar kita bisa setiap hari berinteraksi dengan Al Qur’an.
- Paksaan
Bagi kita yang jarang membaca Al Qur’an tips pertama adalah paksalah untuk membaca Al Qur’an, karena obat yg mujarab bagi seorang yang malas melakukan sesuatu adalah dengan PAKSAAN. Paksalah diri kita untuk membaca Al Qur’an setiap hari tidak perlu banyak banyak cukup satu kaca untuk awal namun terus menerus. Bisa juga kita mengikuti grup pecinta Al Qur’an seperti ODOJ(One Day One Juz), ODOL(One Day One Lembar) dan lainnya dimana bisa memberi motifasi bagi kita untuk setiap hari membaca Al Qur’an.
2. Kebiasaan
Berawal dari paksaan terus menerus yang dilakukan diawal, tidak terasa akan menjadi kebiasaan, dimana akan timbul rasa yang berbeda dikala dalam sehari kita tidak membaca Al Qur’an, sehingga sesibuk apapun kita kan mencari waktu agar dapat membaca Al Qur’an.
3.Timbul Rasa Butuh
Disaat kita sudah terbiasa membaca Al Qur’an sehingga akan timbul rasa kehilangan disaat tidak membacanya, disitulah tumbuh rasa kebutuhan dalam diri kita akan membaca Al Qur’an. Dalam keadaan ini mulai tumbuh rasa cinta akan Al Qur’an sehingga disaat tidak membaca Al Qur’an akan merasa rugi.
4. Merasakan Nikmat
Bila kita dapat mencapai tahap ini, kita akan merasa resah bila tidak mebaca Al Qur’an, membaca Al Qur’an terasa begitu nyaman, selalu ingin berlama lama ketika membacanya. Disinilah Al Qur’an telah menjadi candu bagi pembacanya, sehingga tumbuh rasa penasaran yang besar untuk mengkaji dan mengamalkan isi kandungan kitab Suci Al Qur’an.
Mari kita mulai untuk mencintai Al Qur’an, semoga kita selalu di permudah untuk selalu membaca dan diberi petunjuk untuk bisa mengamalkan apa yang ada didalamnya, aamiin. (Abs)