TAS, memang tempat penyimpanan yang biasa di lakukan, dan bahkan bukan Cuma uang. Tetapi “TAS” yang dimaksud dalam tulisan ini adalah TAS yang merupakan kepanjangan dari “Tabungan Amanah Santri”. Santri Darunnajah Cipining yang ingin menyimpan uangnya ditempat yang aman adalah dalam TAS yang disediakan oleh Pesantren. Bukan TAS Ransel yang dibawa dari rumah :) .
Salah satu peraturan yang berlaku sejak lama di Pesantren adalah para santri diperkenankan untuk tidak menyimpan uangnya sendiri dalam jumlah yang cukup besar, termasuk uang untuk bekal sebulan atau uang untuk iuran bulanan. Agar aman dan terhindar dari tercecer, lupa nyimpan atau mungkin ada yang mengambil maka tempat yang aman adalah “Tabungan Amanah Santri” Darunnajah Cipining.
Untuk memiliki TAS tidaklah sulit, santri hanya perlu datang ke Kantor Keuangan dan mendaftarkan diri untuk menabung. Setelah itu santri akan mendapatkan buku tabungan sebagai catatan jumlah saldo yang disimpan. Jika ada keperluan atau ingin jajan maka santri pun bisa mengambilnya kapan saja, pada jam yang telah ditentukan pengambilannya tentunya. Dengan demikian adanya kehilangan uang pun dapat dihindari.
Dalam ceramah singtaknya, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining menyampaikan nasehatnya kepada para santri, Bakda Shalat Ashar pada hari Jumat (4 January 2013) bahwa jangan berpikir ini Pesantren yang jika menyimpan yang sembarangan tidak akan hilang, Santri juga manusia yang akan terus mendapatkan godaan dari syetan untuk berbuat yang tidak baik. Maka sebagai ikhtiar dan upaya yang juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk mengikat ontanya, di Pesantren ini lahirlah “Tabungan Amanah Santri” atau dengan istilah Populernya, TAS. [WARDAN/abuadara]




