{mosimage}JAKARTA/dn.com – Kehadiran majalah parenting keluarga muslim Indonesia EDUKASIA yang dirintis dan diterbitkan oleh Darunnajah di komunitas pendidikan, keluarga dan masyarakat umum mendapat tempat yang tersendiri. Bahkan lekat di hati mereka. Sebagai sesuatu yang memang diharapkan. Bulan November ini adalah penerbitan edisi ketiga majalah ini yang sudah dipasarkan di seluruh DKI dan beberapa kota lainnya.
Masalah penerbitan, sebagaimana majalah EDUKASIA kita ini, ternyata bukan semata persoalan kapasitas produksi dan kualitas ide dan gagasan yang ditawarkannya. Tetapi juga bagaimana mengolah "pasar" dan membagun komunitas pecinta yang akan membangun sustainability. Bahkan peningkatan mutu dan kekayaan sumber informasi dan pengetahuan.
Apalagi kalau EDUKASIA diharapkan menjadi "Trendsetter" dalam dunia pendidikan di tanah air. Semoga saja.
"Saya berusaha memanfaatkan berbagai forum untuk melakukan Ta'aruf EDUKASIA kita ini dengan para pakar, pengambil kebijakan, pelaku pendidikan dan pembuat berita (news maker). Terakhir di Workshop Pendidikan Nasional di Bappenas bersama ICMI dan Bank Mu'amalat, Halaqah Al Muslim Group dan Diskusi Buku dan Seminar Peace Studies di Universitas Al Azhar Indonesia, Consurtiumof Islamic Epistemology UIN dll." Ujar Bapak Dr.H Habib Chirzin, selaku redaktur ahli di majalah EDUKASIA ini, yang juga anggota UNESCO.
Mumpung ingat, beberapa tahun lalu, UNESCO mendeklarasikan "Peace Culture Education". Dalam kaitannnya dengan Four Pillars of UNESCO in the 21st Century : Learning to Be, Learning to Know, Learning to Do dan Learning to Live together. Perlu dipikirkan rubrik "Pendidikan Budaya Damai".
EDUKASIA perlu memiliki dan membangun Jangkar/Anchor yang " Ashluha tsabitun wa far'uha fis samaa'i".
(Habib Chirzin)