SURAT PESAN UNTUK ORANG TUA SANTRI

PESAN PESAN UNTUK ORANG TUA SANTRI

Alhamdulillah kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren Darunnajah berjalan dengan lancar, kami berharap bapak ibu Orang Tua santri selalu dalam keadaan sehat  dan dalam lindungan-Nya. Amien.

Kami keluarga besar pondok pesantren Darunnajah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir bathin, minal aidin wal faizin.

Selanjutnyam untuk kelancaran dan keberhasilan putra/putrid bapak/ibu /saudara sesuai dengan tatatertib, disiiplin di lingkuangan alam pendidikan pondok p[esantren Darunnajah perlu kami sampaikan hal – hal sebagai berikut ;

<!–[if !supportLists]–>1-      <!–[endif]–>Selama liburan , mohon Orang Tua /Wali mengawasi dan membimbing putra/putri lebih ketat sehingga hasil yang telah di capai dalam lingkungan pesantren dapat di tingkatkan bukannya malah menurun, antara lain :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Pelaksanaan shalat lima waktu

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Mengawasi pergaulan di lingkuangan rumah khususnya membatasi pergaulan dengan teman – teman  yang dapat membaca ke lingkungan negative.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Mengawasi pergaulan dengan dengan teman – teman lama yang kadang kala membawa kepada situasi negative.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Membatasi atau jika mungkin tidak berinteraksi dalam frekuensi yang tinggi dengan media televisi , video, play station, dan sejeninsnya.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Melarang merokok

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Melarang membawa  mobil motor tanpa pengawasan apalagi bepergian dengan lawan jenis (laki – laki/wanita) walaupun teman di pesantren.

<!–[if !supportLists]–>2-      <!–[endif]–>Selama liburan pesantren tidak mengadakan rapat/kumpul santri pekelas/angkatan, maka jika ada kumpul – kumpul selama liburan dipastikan bukan program pesantren, mohon Orang Tua dapat mengawasi lebih ketat.

<!–[if !supportLists]–>3-      <!–[endif]–>Selama liburan di rumah, santri yang memiliki masalah keluarga, masalah dengan Orang Tua, hubungan dengan Orang Tuam pembiayaan dan masalah lain dapat diselesaikan.

<!–[if !supportLists]–>4-      <!–[endif]–>Orang Tua / Wali santri harus membubuhkan tanda tangan di kartu izin perpulangan

<!–[if !supportLists]–>5-      <!–[endif]–>Santri yang mengikkuti pendidikan di pesantren di wajibkan untuk mukim, jika ada yang belum tinggal/mukim di pesantren (PP) karena sakit diharapkan setelah liburan in dapat mukim di pesantren seperti santri lainnya.

<!–[if !supportLists]–>6-      <!–[endif]–>Santri yang pulang pergi (PP) biasanya akan banyak  tertinggal pelajaran, tidak berteman dengan santri lainnya/ sering menyendiri/sedikit teman.sensitif, rentan tidak betah belajar di pesantren, maka di mohon Orang Tua dapat memahami dan mendorong putra/putri kita untuk dapat bermukim di pesantren.

<!–[if !supportLists]–>7-      <!–[endif]–>Sekembalinya ke pesantren dimohon agar para Orang Tua /Wali santri untuk tidak memperbolehkan putra/putrinya membawa ;

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Pakaian/kaos/celam/jaket dan lainnya yang tidak sesuai dengan alam pendidikan di lingkunngan pondok pesantren; antara lain bertuliskan nama kelompok,suku, daerah,golongan, partai, universitas, atau klub – klub dalam dan luar negri, serta motif pakain yang mencolok dan sejenisnya.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Seluruh barang elektronik (kecuali setrika) :handphone, walkman, radio kecil, dan lainya yang dapat mengganggu proses pendidikan dan pengajaran.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Buku/majalah/komik yang tidak islami.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Topi /pat

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Korek api dalam bentuk apapun

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Jimat atau amalan – amalan yang dapat mengurangi dan mengganggu kejiwaan

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Celana pensil (celana bentuk setengah pinggul(pantat) dan ketat pada sisi kaki

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Lemari excel atau sejenisnya (barang – barang disesuaikan dengan kesederhanaan dan cukup satu almari pesantren) juga akan mengganggu teman lain.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Gelang tangan atau perhiasan berharga

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Gesper preman (tidak sesuai alam pendidikan)

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Alat pemanas air/heater

<!–[if !supportLists]–>8-      <!–[endif]–>Diharuskan kepada Orang Tua /Wali santri untuk melakukan transfer uang/setoran ke rekening pesantren untuk melunasi iuran bulanan atau lainnya (tidak menitipkan kepada santri ). Ada beberapa kasus dana tersebut tidak di setorkan keTU keuangan.

<!–[if !supportLists]–>9-      <!–[endif]–>Dimohon kepada Orang Tua/Wali santri agar membatasi uang jajan putra/putrinya sehingga suasanan kesederhanaan tercermin dalam pola kehidupan santri.

<!–[if !supportLists]–>10-  <!–[endif]–>Untuk menghindari kehilangan uang di pesantren santri hanya di perbolehkan memegang uang Rp 10.000,- perhari sesuai dengan aturan yang berlaku, selebihnya agar di simpan di BMI atau di titipkan ke Musyrif/ah.

<!–[if !supportLists]–>11-  <!–[endif]–>Dan untuk menghindari kehilangan barang milik pribadi agar seluruh barang bawaan di berikan nama, kelas, daerah, pada sisi yang dapat di baca.

<!–[if !supportLists]–>12-  <!–[endif]–>Dimohon kepada Orang Tua /Wali santri untuk membatasi kunjungan putra/putrinya sehingga tidak mengganggu kegiatan putra putrid kita dalam mengikuti kegiatan pesantren. Berdasarkan pengalaman bahwa santri yang sering di kunjungi memiliki sifat manja , sering tergantung orang lain, tidak tegas, selallu mengandalkan orang lain dalam mengambil keputusan dan tidak mandiri, seirng ketinggalan kegiatanm rentan tidak betah di pesantrendan lebih seing menyendiri/tidak bergaul dengan teman lainnya.

<!–[if !supportLists]–>13-  <!–[endif]–>Maka kami menerapokan pembatasan waktu berkunjung, setelah liburan kunjungan yang di perbolehkan hanya ba’da shalat ashar hingga maghrib pada hari kamis, jum’at dan ahad.

<!–[if !supportLists]–>14-  <!–[endif]–>Khusus santri putri agar di jenguk oleh Orang Tua saja, dan di mohon Orang Tua tidak mengijinkan keluarga /sanak family lain/teman membawa santri keluar pondok. Apabila hal itu terjadi mohon Orang Tua melakukan koordinasi dengan musyrif/ah.

<!–[if !supportLists]–>15-  <!–[endif]–>Setelah masa liburan kunjungan dan perijinan santri putrid di buktikan dengan menunjukan KTP dan sesuai dengan tata tertib kartu Mahromterdiri dari Orang Tua dan dua famili.

<!–[if !supportLists]–>16-  <!–[endif]–>Untuk perijinan santri putra pesantren masih memperbolehkan izin tanpa Orang Tua /Wali, namun apabila ada kekhawatiran Orang Tua atas maraknya penculikan, silahkan berkoordinasi dengan musyrifagar ridak mengizjinkan pputranya keluar/pulang tanpa Orang Tua/Wali.

<!–[if !supportLists]–>17-  <!–[endif]–>Orang Tua / Wali santri yangberkunjung ke pesantren di wajibkan memakai busana muslim/ah

<!–[if !supportLists]–>18-  <!–[endif]–>Berkenaan dengan maraknya berita penculikan di tanah air, maka pondok pesantren Darunnajah berusaha mengantisipasi hal – hal yang tidak dinginkan. Mohon Orang Tua / Wali dapat mendukung usaha – usah pesantren untuk mencegah kejadian tersebut. Kami menyadari bahwa posisi pesantren ini terletak di kota yang sangat tinggi mobilisasi :

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Alhamdulillah pesantren telah membebaskan tanah di depan pondok, insya allah lahan ini untuk area umum termasuk parkir kendaraan mobil dan motor.

<!–[if !supportLists]–>·         <!–[endif]–>Insya allah mulai  desember 2007 seluruh kendaraan bermotor baik mobil dan motor dan lainnya tidak memasuki kampus pesantren, cukup parkir di lahan tersebut ( kecuali pada acara tertentu) ini juga berlaku untuk tingkat TK dan SD Darunnajah.

<!–[if !supportLists]–>19-  <!–[endif]–>Apabila santrei memiliki penyakit agar dapat di obati pada masa liburan, dan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dalam masa pendidikan  agar menginformasikan kepada musyrif/ah.

<!–[if !supportLists]–>20-  <!–[endif]–>Santri yang terlambat dating ke pesantren dari batas waktu yang telah di tentukan tanpa ada alas an yang jelas dan tertulis akan di kenakan sangsi.

Demikianlah hal –hal yang perlu kami sampaikan semoga semua urusan kita di permudah oleh Allah dan mendapat rhido-Nya, Amien.

                                                                 

                                                                              Wassalam

                                                                              Jakarta 21 ramadhan 1428 H

                                                                                           3 Oktober 2007

 

 

                                                                              Drs. H. Sofwan Manaf M.Si

                                                                              Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah