Suasana libur Di Pondok

Jakarta/DN.Com Perpulangan Santri tingkat TMI (baca : Tsanawiyah dan Aliyah) tidak membuat suasan pondok menjadi sepi. Pagi ini  ketika reporter Darunnajah.com berkeliling  di sekitar pondok kesibukan seperti hari biasa masih berlangsung meskipun waktu sudah menunjukan puku 08.00 wib.

 
Di lapangan olah raga santri – santri yang tinggal di pondok dan tidak mudik asyik bermain futsal bersama santri yang lain, bahkan ustadz – ustadz pun ikut bergabung bermain bola dengan sekali – kali di selingi gelak dan tawa.
"hayo tembak!" teriak salah seorang diantara mereka menyemangati temannya.

Di Jalanan samping masjid anak – anak TK dengan rapi berbaris menuju ke ruangan komputer di lantai dasar gedung Nusantara "ayo anak – anak yang rapi tangannya jangan di lepas  ya!" ujar si ibu guru ketika melihat salah seorang diantara mereka keluar dari barisan.

Tinggal di pondok bagi beberapa santri yang memang kampung halamannya jauh dari jakarta menjadi pilihan lebih baik. Seorang santri yang berasal dari Timor Timur ketika kami wawancara mengatakan "jarak yang jauh kalau cuma libur seminggu cuma capek di jalan, jadi enakan tinggal di pondok bisa jamaah tiap waktu walaupun makan tidak di sediakan tapi kan kita bisa makan di luar, kalau bosan di pondok tinggal jalan – jalan" ujarnya memberi alasan.
"enak sekali liburan di pondok, adem, sepi, tenang, dan yang paling penting nuansa religius pesantren bisa saya nikmati tiap waktu"tambahnya lagi.