Social Visit di Australia 1

Social Visit di Australia 1

Adalah ustadz Muhammad Ridwan Alawi selaku guru di Pesantren Darunnajah Cipining yang juga merupakan alumni pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor angkatan 22 berhasil meraih kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan Study Tour & Social Visit Australia. beliau berangkat bersama rombongan dari Darunnajah Ulujami Jakarta yang berjumlah 15 orang terdiri dari 7 santriwan dan 5 santriwati serta 3 Pembimbing pada tanggal 4 Juli 2018 lalu pukul 14.30 WIB. Rombongan berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta dan sampai di Bandara Melbourne Australia. Kegiatan Study Tour dan Social Visit ini berlangsung selama 11 hari lamanya terhitung sejak tanggal 4 – 14 Juli 2108.

Social Visit di Australia

Social Visit di Australia

Kegiatan tersebut bertujuan agar membuka wawasan santri maupun guru mengenai kehidupan multibudaya di Australia. Menurut informasi, selama 7 tahun berturut-turut, Melbourne meraih predikat sebagai kota yang paling layak huni di dunia berkat berbagai infrastruktur dan fasilitas yang mengutamakan layanan publik dan tingginya toleransi antar budaya dan agama.

Social Visit di Australia 3

Social Visit di Australia 3

Aneka kegiatan yang dilakukan meliputi: Mengenal langsung multibudaya di Australia, Berkunjung ke sekolah SMA yang ada di Australia, Menjalani kehidupan sebagai kaum muslim, Mengikuti pelajaran percakapan Bahasa Inggris bersama siswa/I Australia, Workshop bersama tim professional dari Islamic Museum Trinity college Melbourne dan Global Youth Leadership Program. Lalu mengunjungi konservasi kangguru dan koala.

Social Visit di Australia 2

Social Visit di Australia 2

“Saya sangat terkejut dengan ciptaan Allah SWT sang khalik ketika melihat kota Melbourne dari atas langit it’s the most beautiful thing. Sesampainya disana, saya sangat bahagia bisa bercengkrama langsung dengan orang asli Australia. Kemudian ditugaskan untuk menggali lebih dalam mengenai social culture yang ada di Australia. Berikutnya, yang sangat membuat saya heran adalah toleransi yang tinggi terhadap umat muslim yang tinggal disana walaupun bisa dibilang mereka masih dalam minoritas. Lalu setelah beberapa hari disana, saya baru tahu bahwasanya Negara inilah yang dahulunya Islam kemudian dijajah secara halus dengan Education System yang mana mereka merampas anak – anak suku Aborigin yang kemudian dilarang untuk mempelajari apa itu Aborigin. Kemudian jika ada pertanyaan “Masih adakah suku Aborigin disana?” Alhamdulillah mereka masih ada, namun kini mereka hidup jauh dan terpencil yang diakrab disebut kota FOOTSCRAY. Sangat di sayangkan Keadaannya sangat miris karna terlihat sangat memprihatinkan dan tidak terurus. Terakhir, hal lain yang menurut saya harus diterapkan dari Australian culture adalah Kedisiplinan dalam segala hal terutama dalam hal kebersihan” Ungkap Ust. Ridwan.

Beberapa kegiatan sekaligus tempat yang dikunjungi oleh peserta diantaranya:

» The University of Melbourne; learning about higher education in Australia

» Museum Islamic of Australia; learning about Islam in Australia

» National Gallery of Victoria; learning about arts in the world

» Immigration Museum; learning about the history of multiculturalism in Australia

» Melbourne Zoo; Learning about any animals and cooking a project

» Phoenix House in Footscray City; Learning about Aborigin

» Sydney; Learning about culture society

» Science Works; Learning   about The history of research spaceship

» Melbourne University; Learning about basic English language with the student university

Semoga dengan keberangkatan guru dan santri Darunnajah ke Negri Australia mampu menambah wawasan tentang Kebudayaan yang ada di Dunia maupun Ilmu Pengetahuan serta menjalin silaturahmi antar negara sehingga terciptalah kehidupan yang damai dan harmonis.

(WARDAN/Annisa)