Kamis pagi, 11 Rabi’ul Awwal 1431 H / 25 Februari 2009 tepatnya pukul 07.30 wib. 14 kelompok Safari Da’wah HAMRA (HArakah Mahabbah RAsul) sudah berkumpul di masjid Jami’ Darunnajah. Tampak ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I duduk di atas kursi di depan mimbar. Setelah pengabsenan oleh para amir, prosesi pemberangkatan segera dimulai. Sebelumnya, masing-masing amir telah mendapatkan lembaran materi khutbah Jum’at bertema mengenali dan mencintai Rasulullah SAW. Dengan dipandu oleh staf Biro Da’wah tersebut, mereka kembali mengecek kebenaran tulisan dalam teks tersebut.
Selanjutnya, segenap para santri yang tampak elegan, elok dan sholeh dengan pakaian koko dan peci mereka, melaksanakan sholat Dhuha, kemudian dengan duduk perhalaqah mereka menyimak taujihat pentingnya menjaga niat sebelum, selama dan setelah safari da’wah. ” Allah telah mengaruniakan 360 persendian yang memungkinkan tubuh kita bergerak, maka kita wajib mensyukurinya dengan bershodaqah untuk setiap persendian tersebut. Makanya Rasulullah menjelaskan bahwa kewajiban bershadaqah terhadap 360 pe4sendian itu dapat digugurkan dengan sholat Dhuha 2 raka’at.Rasulullah sering melakukan sholat Dhuha 4 raka’at”! jelas koordinator safari da’wah yang juga kepala asrama santri putra itu. Alumni Darunnajah Cipininh tahun 2000 itu juga menyampaikan kemuliaan dan keagungan kegiatan da’wah fi sabilillah, maka hendaknya jangan dinodai dengan pelanggaran disiplin atau maksiat.
Seusai sholat Dhuha dan menyimak taujihat, para amir mendapatkan surat-surat pengantar yang akan ditujukan kepada wali santri yang menjadi tuan rumah/ahlu bait, kepala Desa/RW/TR, ketua DKM, kepala MT/MD/TPA di tempat kegiatan. Dan dengan bermushafahah kepada dewan guru sambil melantunkan sholawat Nabi, para da’i muda tersebut segera berangkat ke tujuan masing-masing secara berkelompok. Mereka akan melaksankan tugas-tugas antara lain;bersilaturrahmi kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat, membantu magang menhajar ngaji di MT/MD/TPA, dan belajar kegiatan-kegiatan keagamaan di masyarakat. Seusai kembalinya mereka ke pesantren,maka setiap kelompok diharuskan melaporkan kegiatannya di depan seluruh warga pesantren. Nampak sekali wajah-wajah semangat para santri yang akan melaksanakan dan meneruskan estafet da’wah Rasulullah SAW tersebut. Semoga langkah kalian akan mengembalikan izzatul Islam wal muslimin!