Menu

‘Sirotol Mustakim’ Untuk Santri Darunnajah Cipining

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Memasuki hari kelima, Kamis (19/8), pelaksanaan Bazar Buku Ramadhan 1431 H hasil kerjasama Pesantren Darunnajah Cipining dengan Grup Mizan Media Utama, panitia mengagendakan bedah buku bertema ‘Sirotol Mustakim’. Buku garapan dari tim HASMI (Harokah Sunniyah Untuk Masyarakat Islam) tersebut dikupas oleh Ustadz Muhammad Fatih.

Ustadz Fatih bersama'Sirotol Mustakim'
Ustadz Fatih bersama 'Sirotol Mustakim'

Ada 4 alasan yang diungkapkan untuk melatarbelakangi penggunaan judul buku ‘Sirotol Mustakim’.  Pertama, karena dalam sehari semalam, setiap muslim 17 kali meminta kepada Allah berupa sirotol mustakim dalam 5 waktu  shalat. Alasan kedua, karena sirotol mustakim merupakan tempat keberadaan Allah. Sirotol mustakim  juga tempat berada Rasulullah, yang ini menjadi alasan ketiga. Terakhir yaitu, karena Allah memerintahkan setiap muslim untuk meniti sirotol mustakim.

“Oleh karena Allah memerintahkan muslim meniti jalan ini, maka kita harus tahu, apa itu sirotol mustakim?” Ungkap Ustadz yang juga penyiar di radio Fajri FM ini

Dalam paparan selanjutnya, Ustadz Fatih mengatakan bahwa sirotol mustakim sekurang-kurang memiliki makna 4 hal. Keempat hal tersebut adalah Al-Qur’an, Rosullah, Rosulullah dan 2 sahabatnya (Abu Bakar dan Umar), serta terkhir yaitu Al-Haq yang  kemudian dimaknai dengan Al-Islam.

Ustadz Muhlisin, S.H.I., kepala asrama putra yang turut menjadi salah satu peserta bedah buku mengatakan bahwa buku ini adalah sebagai refresh dirinya saat mengikuti kuliah di almamaternya. Kemudian harapannya, dari kegiatan ini agar santri dapat bertambah khazanah keilmuwannya.

Terbatasnya waktu siang hari, terpaksa kegiatan dilanjut usai shalat Ashar. Ba’da Ashar tersebut dimanfaatkan oleh nara sumber untuk forum tanya jawab. Pada sesi ini juga dibagikan doorprize dari panitia berupa buku dan stiker Darunnajah Cipining.

Bersama HASMI mari beragama secara baik!
Bersama HASMI mari beragama secara baik!

Muthia Damayanti dan Sumarni, keduanya santri kelas XII MA, dengan pelatihan ini merasa bersyukur ada yang mengingatkan akan pentingnya beragama Islam secara baik. Untuk itu, sebagai kenang-kenangan, mereka dan para santri lain meminta tanda tangan pembicara.

Panitia pelaksana sekaligus moderator, Siti Maelatussalikah, mengucapkan banyak terima atas kehadiran nara sumber dan kesediaanya membagi ilmu kepada para santri. Sebagai tanda terima kasih, pantia memberikan cendera mata dan kenang-kenangan. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait