Sharing Session bersama Mr. Youssef Sha’bani Menyalakan Gairah Globalisasi Bahasa di Cipining Sharing Session bersama Mr. Youssef Sha’bani Menyalakan Gairah Globalisasi Bahasa di Cipining

Sharing Session bersama Mr. Youssef Sha’bani Menyalakan Gairah Globalisasi Bahasa di Cipining

Bogor, 13–14 Agustus 2025 — Aula Kampus 3 Pesantren Darunnajah 2 Cipining menjadi saksi semaraknya kegiatan Sharing Session bersama Mr. Youssef Sha’bani, seorang ahli di bidang Cyber Security sekaligus motivator internasional yang dikenal luas karena kiprahnya di dunia pendidikan dan teknologi global. Dengan mengusung tema “How to Improvise Your English Language in Your Life,” acara ini berhasil menarik perhatian 700 santri putra dari kelas 1 hingga 6 TMI, yang hadir untuk menyerap motivasi dan wawasan tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai modal utama menghadapi masa depan yang serba cepat dan kompetitif.

Suasana aula terasa berbeda malam itu. Antusiasme terpancar di wajah para santri yang memenuhi ruangan. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan penuh energi, Mr. Youssef mengajak para peserta menyadari bahwa kemampuan berbahasa asing bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi kebutuhan fundamental bagi siapa pun yang ingin menapaki jalan kesuksesan di era modern. “Bahasa adalah jembatan antara ide dan dunia. Jika kamu ingin dikenal dunia, bicaralah dengan bahasa dunia,” ungkapnya, disambut tepuk tangan meriah para santri.

Beliau juga membagikan pengalaman pribadinya — bagaimana kefasihan berbahasa Inggris membuka peluang karier global, memperluas jejaring profesional, bahkan mengantarkannya pada posisi penting di bidang Cyber Security. Lewat kisah inspiratif tersebut, santri diajak memahami bahwa setiap kata yang mereka pelajari hari ini adalah investasi yang akan membuahkan hasil di masa depan.

Di balik kemegahan acara, terdapat kerja keras tim panitia yang terdiri dari Departemen Sekretaris Pesantren dan Departemen Pengasuhan Santri, yang berkolaborasi erat untuk memastikan kelancaran acara. Tantangan terbesar mereka adalah mengatur koordinasi lintas bagian, waktu, dan teknis pelaksanaan yang melibatkan ratusan peserta. Namun dengan semangat kebersamaan, seluruh proses berjalan tertib dan penuh makna.

Moderator acara, Ust. Hifdzi Sobahi, Lc., turut menegaskan bahwa bahasa adalah pintu peradaban. “Santri Darunnajah harus memiliki kecakapan global tanpa kehilangan identitas keislaman. Bahasa Inggris adalah bekal, tetapi nilai-nilai pesantren tetap menjadi arah,” ujarnya dalam sesi penutup. Ust. Abel Athailla Perdana (DN 2 Cipining) dan Ust. Satrio Wibowo (DN 1 Ulujami) turut berperan penting sebagai protokoler acara, mengatur jalannya kegiatan dari awal kedatangan hingga penjemputan pemateri.

Kegiatan Sharing Session ini tidak hanya berhenti sebagai ajang motivasi, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen Darunnajah 2 Cipining dalam menumbuhkan budaya berbahasa yang kuat dan produktif di lingkungan pesantren. Program ini menandai kelanjutan visi besar Darunnajah dalam membangun generasi santri yang mampu berbicara, berpikir, dan berkontribusi di level internasional.

Dalam rencana lanjutan, pihak pesantren akan memperluas gerakan kebahasaan melalui kunjungan akademik ke Darunnajah 8 Cidokom dan Darunnajah 14 Nurul Ilmi, sebagai bagian dari sinergi peningkatan mutu antar cabang. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus menjadi wadah pengembangan potensi dan motivasi bagi para santri, agar mereka tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam wawasan global.

Semangat pembelajaran yang terpancar dari para santri menunjukkan bahwa dunia pesantren kini tak lagi terpisah dari tantangan globalisasi, melainkan menjadi bagian aktif di dalamnya. Darunnajah 2 Cipining membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi pusat pertumbuhan intelektual yang berkarakter dan visioner — tempat di mana ilmu, iman, dan bahasa berpadu untuk melahirkan generasi pemimpin dunia.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada Mr. Youssef Sha’bani, disertai doa bersama agar ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah. Dalam suasana haru dan antusias, para santri menyadari bahwa penguasaan bahasa bukan sekadar tentang berbicara dengan lancar, melainkan tentang membuka diri terhadap dunia yang luas dan penuh kemungkinan.

Melalui kegiatan ini, Darunnajah 2 Cipining kembali menegaskan misinya: membentuk santri yang berwawasan global tanpa kehilangan akar spiritualnya. Karena bagi mereka, bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan cermin peradaban dan jembatan dakwah yang akan menembus batas dunia.