KH. Hadiyanto Arief

Belum puas dengan berbagai macam materi yang telah di sampaikan oleh para Kyai hebat dalam Pembekalan Guru 2017. Dalam pertemuan terakhir telah disampaiakn materi yang sangat menarik oleh KH. Hadiyanto Arief dengan tema Meningkatkan Kualitas Guru di Pesantren.

Berikut mari kita simak bersama isi materi tersebut. Beliau lebih banyak membahas tentang isi buku “The 7 Habits Tree” yang didalamnya adalah filosofi Desain Pendidikan Sistem TMI (Tarbiyatul Mu’allimmin Al-Islamiyah) sebagai satu kesatuan berjenjang dan tak terpisahkan di Pesantren Darunnajah. Didalam sebuah pesantren dikatakan kelas 1 TMI (MTs) sampai dengan kelas 6 TMI (MA), karena setiap kelas satu sampai dengan kelas enam akan selalu berhubungan.

– Pengabdian adalah bukti nyata pendidikan di Pesantren. Para santri itu sebenarnya mampu dan memiliki kemauan. Mereka semua itu pintar, bisa mengajar, tetapi ada saja yang memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki kemauan
– Nah, sekarang bagaimana kita mengubah mindset mereka agar memiliki kemampuan dan mau untuk berjuang. Tetapi segala sesuatu membutuhkan proses yang panjang
– Kemampuan dan pengalaman yang komparasi akan membuat kita semakin terbuka. Karena dari perbedaan tersebut kita bisa memperbaiki kualitas diri dan pesantren
– Tidak ada pendidikan yang instan, semua butuh proses. Dan program Pesantren adalah sistem kaderisasi, hal tersebut juga harus bisa membuka kesempatan untuk berkembang
– Jangan seperti anologi boneka Rusia dalam merekrut Sumber Daya Manuasia. Yaitu, jika kita merekrut orang yang lebih rendah (kualitasnya) dari kita maka lembaga kita akan menjadi lembaga kerdil (kecil). Tetapi jika kita merekrut orang yang lebih baik (kualitasnya) dari kita, maka lembaga kita akan menjadi lembaga raksasa.
– Guru adalah profesi yang mendekati Nabi. Karena guru adalah profesi yang masuk kemanapun arah tersebut datang
– Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk merubah dunia
– Bentuk pendidikan kita adalah penugasan. Santri wajib diberikan tugas
– Anak pohon pisang saja jika ingin tumbuh besar, maka ia harus dipisahkan dari induknya, agar tidak berebut sinar matahari
– Lebih baik jadi kepala kucing dari pada ekor macan. Jangan sampai kita menjadi generasi penerus yang hanya menikmati fasilitas
– Santri yang harus menjadi subjec
– Lautan yang tenang tidak akan pernah menghasilkan pelaut yang handal
– Tipical orang yang mau sukses pasti dia akan berani mengambil resiko
– Ketika santri diberkan amanah dalam berorganisasi kemudian dia berkata “Saya masuk sekolah karena saya mau belajar, bukan malah di suruh ngurus semua adik-adik kelas!”. Maka santri tersebut tidak menyadari bahwasanya semua penugasan yang telah diberikkan kepadanya adalah emas (pendidikan)
– Sebagai seorang guru kita juga harus bisa mengajarkan prioritas. Santri juga harus faham serta bisa memahamkan
– Orang yang pintar karena dirinya sendiri dan untuk dirinya sendiri, maka dia termasuk orang yang tidak akan pernah terpakai. Karena orang yang berkualitas adalah mereka yang mampu memintarkan orang lain, menciptakan kader serta membangun sistem, dan setelah itu bergeraklah dalam sistem

Beberapa guru juga aktif bertanya, dan KH. Hadiyato Arief sangat lugas dan tepat dalam menjawab pertanyaan tersebut. Diakhir acara, telah ditutup dengan pmeberian kenang-kenangan dari panitia kepada KH. Hadiyato Arief serta sesi perfotoan bersama. (Wardan/Mbafer)