Sebuah momen bersejarah terukir di Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai, Kamis 24 Juli 2025 Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Kedatangan K.H Hadiyanto Arief S.H., MBS selaku pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Kedatangan ini membawa berkah spiritual bagi seluruh civitas akademika. Ceramah khutbatul arsy yang disampaikan tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan penanaman nilai-nilai fundamental yang menjadi ruh pendidikan pesantren. Momen ini merefleksikan kontinuitas keilmuan Islam yang telah diwariskan turun-temurun dalam tradisi pesantren Nusantara.
K.H Hadiyanto Arief memulai sesi dengan pertanyaan reflektif kepada para santri tentang hakikat khutbatul arsy. “Siapa yang bisa menjelaskan apa itu khutbatul arsy?” tanya beliau sambil memandang para santri dengan penuh kehangatan. Beberapa santri senior memberanikan diri menjawab, menciptakan suasana interaktif yang hidup. Dialog dua arah ini membuktikan pendekatan pendidikan pesantren yang tidak mengenal jarak antara guru dan murid.
Pemaparan tentang Panca Jiwa menjadi inti dari ceramah tersebut, dimana setiap nilai dijelaskan secara komprehensif. Keikhlasan ditekankan sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu dan beribadah kepada Allah SWT. Kesederhanaan dimaknai bukan sebagai kemiskinan, melainkan sikap tidak berlebihan dalam segala aspek kehidupan. Nilai berdikari mengajarkan santri untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam menjalani kehidupan.
“Santri harus memahami bahwa Panca Jiwa bukan sekadar slogan, tetapi pedoman hidup yang harus diamalkan,” tegas K.H Hadiyanto Arief. Beliau menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari santri. Ukhuwah islamiyah dan kebebasan berfikir menjadi dua pilar terakhir yang dielaborasi dengan detail, menunjukkan relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Ceramah berlangsung kondusif tanpa gangguan, menunjukkan antusiasme tinggi seluruh santri dan guru
Kehadiran pimpinan pusat Darunnajah di Dumai menandai komitmen kuat terhadap pemerataan kualitas pendidikan pesantren. Program kunjungan ini bertujuan memastikan standar pendidikan yang seragam di seluruh cabang Darunnajah. Dukungan langsung dari pimpinan pusat memberikan motivasi tambahan bagi santri dan guru untuk terus mengembangkan diri. Nilai-nilai yang ditransfer tidak hanya bersifat teoritis, tetapi praktis untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Para santri mendapat pencerahan spiritual sekaligus motivasi untuk menjadi generasi yang berkarakter kuat. Guru-guru pun memperoleh inspirasi tambahan dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik. Momen ini memperkuat ikatan emosional antara pusat dan cabang dalam keluarga besar Darunnajah.
Implementasi Panca Jiwa dalam kehidupan santri diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga spiritual. Generasi santri yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai fundamental ini akan menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Mari kita dukung pendidikan pesantren yang terus memperkuat karakter bangsa melalui penanaman nilai-nilai Islam yang autentik dan universal.




