Pernahkah kalian mendambakan sebuah kedamaian dalam benak pikiran kalian? Setelah muak mendengar berita-berita genosida yang telah lama menimpa warga Gaza, Palestina, Akhirnya kalian menginginkan sesuatu yang seharusnya itu dicapai sejak lama oleh banyak orang yaitu “kedamaian”. Kedamaian itu semacam nafas panjang yang akhirnya bisa kita hembuskan, sebuah jeda lembut yang turunpun tidak bersuara sama sekali seperti langit yang tiba-tiba harus tersadar bahwa ia tak selalu mendung.
Kedamaian itu bukan keadaan tanpa badai, tapi itu merupakan ruang kecil didalam diri yang tetap hangat. Ia tumbuh pelan, pelan sekali seperti cahaya tipis dibalik tirai, mengajak kita percaya bahwa esok haripun pasti punya peluang baru bagi kita untuk berubah. Bayangkan saja jika dunia saat ini berdamai, Bukankah terasa indah bukan?
Jika melihat data-data saat ini tercatat ada sekitar 60.000 lebih korban yang telah menumpahkan darahnya ditanah kelahiran mereka sendiri, Kira-kira menurutmu apa yang membuat mereka sangat ingin sekali mempertahankan tanahnya, Kenapa mereka tidak pergi dari rumahnya lalu mencari tempat perlindungan untuk menyelamatkan diri dari kejaran tentara Zionis? Jawabannya telah mereka buktikan lewat suara-suara yang telah bergema yaitu; Harga Diri dan Kedamaian, dengan mempertahankan tanah Palestina, mereka yakin bahwa itu merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai kedamaian yang hakiki tidak ada yang bisa memperdebatkan hal itu.
Wahai Umat Muslim yang tertidur, Tidakkah kalian menginginkan kedamaian dunia saat ini? Apakah kalian mau terus-menerus terkungkung dalam situasi yang kacau ini? Jika kalian tidak mau, maka bangkitlah bangun dari tidur kalian yang panjang. Jadilah Umat Muslim yang mempunyai cita-cita mulia yang harus dikejar bukan hanya diimpikan saja tapi diwujudkan secara nyata.
Semoga dengan bangkitnya kesadaran kita terhadap penderitaan diluar sana, kita bisa menjadi Mundzirul Qoum (Generasi yang senantiasa mengingatkan atau mengajak kepada kebaikan dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar) yang senantiasa berada diatas jalan-Nya, Aaminn Yaa Rabbal Alaminn.
