Dalam penyelenggaraan Lomba Perkemahan Penggalang Gladi Tangkas Medan (LPPGTM) ke-5 di pesantren Darunnajah Cipining pada tanggal 28 s.d. 30 Juli lalu tercatat beberapa moment dan event menarik. Selain menjadwalkan aneka perlombaan yang menguras strategi dan energi peserta, panitia juga mengagendakan jadwal tambahan yang sarat hiburan plus wawasan, diantara kegiatan tersebut adalah seminar antikorupsi dan wisata Gudawang.

Seminar Antikorupsi
Hadir memenuhi undangan panitia, Ibu Roro Wide, staf pelayanan masyarakat (yanmas) dari KPK untuk turut mengisi kegiatan LPGTM V dengan materi sosialisasi pendidikan antikorupsi untuk pelajar. Kegitan ini dilaksanakan di gedung pertemuan pada hari Kamis, 30 Juli.
Di hadapan para peserta, Ibu Wide memulai presentasinya dengan mengajukan pertanyaan tentang pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, atau yang akrab dengan akronim KKN. Berbagai jawaban pun keluar dari para peserta—bagi yang berani menjawab, KPK menawarkan hadiah—dari yang jawaban terpendek sampai terpanjang.
Untuk lebih jelasnya, sebelum melanjutkan keterangannya, Ibu Wide memutarkan sebuah rekaman yang berisi tanggapan masyarakat tentang KKN. Jelas, jawaban mereka beraneka ragam sebagaimana jawaban para peserta LPPGTM, tapi yang pasti KKN berkonotasi negatif yang sangat tidak patut dilakukan oleh siapa saja.
Lebih jauh lagi, Ibu Wide memaparkan segala hal yang terkait dengan definisi, jenis-jenis hingga pada tahap pemberantasan korupsi. Lebih ditekankan lagi olehnya adalah bentuk korupsi pada level pelajar seperti tindak contek menyontek yang dapat menjadi benih-benih tindak korupsi nantinya.
Di akhir acara, ketua panitia, Ustadz Septa Candra membagikan souvenir dari KPK yang berupa gelang, sticker, pin, serial komik, dan buku saku.

Wisata Gudawang
Hal menarik lainnya ada pada kegiatan jalan-jalan ke objek wisata goa Gudawang di kampung Cipining yang terletak + 1 km dari lokasi pesantren. Kegiatan yang dilaksankan di hari terakhir (30/07) ini, tidak semua peserta dapat ikut tetapi hanya delegasi dari masing-masing kontingen.
Kesempatan memasuki salah satu goa (Goa Sipahang) hingga ke kedalamannya dengan penerangan lampu listrik menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Adapun 2 goa lainnya tidak sempat dijelajahi karena belum terdapat penerangannya, namun peserta berkesempatan berpose di depan kedua goa tersebut.
Puas dengan wisata saat itu, peserta LPPGTM pun kembali ke pesantren Darunnajah Cipining dengan tetap dalam barisan dan yel-yelan andalan masing-masing.





