“Penulis tidak kemana-mana, tetapi penulis ada dimana-mana,”. Begitulah ujar Dr. Arfan Mu’ammar pada kegiatan Seminar Literasi bagi guru-guru. Kegiatan yang bertajuk IHT (In House Training) merupakan salah satu kegiatan pesantren dibawah naungan Kurikulum Tarbiyatul Mu’allimin Wal Muallimat Al-Islamiyah. Kegiatan ini sendiri bertujuan memeberikan edukasi bagi para guru dari berbagai macam bidang. Pada IHT kali ini guru-guru belajar bagaimana caranya menjadi penulis dan dijelaskan didalamnya yaitu berbagai macam tata cara menulis.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 jam lebih 15 menit, tepatnya adalah selepas makan siang yang bertempat di Minihall. Pertama-tama memaparkan kepada guru sekalian terkait biodata diri beliau dan juga kesibukan yang saat ini beliau lakukan. Salah satunya adalah Dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya di Fakultas Agama Islam (Pendidikan Agama Islam) sejak tahun 2010 hingga sekarang, beliau aktif dalam kepenulisan, salah satu bukunya berjudul “Be A Writer” ditulis oleh beliau untuk memberikan semangat motivasi bagi para pembaca untuk terus menulis. Karena buku ini berisi panduan praktis menjadi penulis eksis. Berikut ini adalah strategi menulis buku :

  1. Menulislah dengan sudut pandang yang berbeda
  2. Mengumpulkan referensi data atau daftar pustaka
  3. Menulis ngemil vs Membaca ngemil
  4. Meluangkan waktu, bukan mencari waktu luang
  5. Memberatkan yang ringan dan meringankan yang berat
  6. Memilih waktu menulis
  7. Menulis tanpa menggunakan kerangka
  8. Menjual masa lalu (sebagai motivasi dan pelajaran)
  9. Menulislah yang dialami
  10. Menulislah yang banyak (berkelanjutan tidak sekali saja)

Tidak hanya itu, pada hari yang sama dalam waktu yang berbeda, tepatnya setelah salat isya’ beliau juga menjadi pembicara pada acara “Seminar Santri Membangun Literasi” bagi para santri dan santriwati Annur, sekaligus bekerjasama dalam pembimbingan kepenulisan di Pesantren Annur bagi santri. Alhamdulillah acara pun berjalan dengan lancar dan sukses, harapannya ilmu yang diperoleh tidak hanya disaring oleh diri sendiri tetapi juga dapat di sharing kepada seluruh santri untuk pengembangan diri mereka dan memotivasi santri dalam kegiatan yang kaitannya dengan dunia kepenulisan.