Cidokom – Santri akhir TMI laksankan kegiatan Fathul Kutub, Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 14-16 Oktober di Minihall dengan berbagai acara yang terdapat didalamnya. Di awali dengan pembukaan kegiatan pada hari pertama dilanjutkan dengan pembahasan masalah dan juga diskusi di hari kedua dan yang terakhir yaitu diskusi umum bagi seluruh peserta, yang kemudian di akhiri dengan penutup sekaligus pembacaan pesan dan kesan oleh perwakilan peserta. Memang hal ini dirasa sangat sebentar karena seharusnya kegiatan ini berlangsung selama seminggu, tetapi dengan waktu yang begitu singkat menjadi motivasi bagi peserta untuk lebih serius dan memaksimalkan waktu tersebut

Kitab At Turos atau yang lebih dikenal kitab kuning oleh masyarakat sejatinya merupakan kitab atau buku yang dikarang oleh para ulama dari berbagai macam disiplin ilmu agama yang diwariskan kepada saudara muslim sekalian sebagai dalil – dalil dari berbagai macam permasalahan hukum selain dari pada Al quran. Seperti kitab hadist yang meliputi Al Muwattho karangan Imam Malik, dan juga Fathul Barii, Shahih Muslim dan kemudian Fiqih seperti Al Bidayah Wan Nihayah, Fiqhu As sunnah,kemudian tafsir seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Qurtubi, Tafsir Thobarii dan Tauhid serta berbagai macam buku yang lain.

Namun, apakah yang Dimaksud Kutub At-Turos, Kutub At-Turos secara terminologi bahasa arab berasal dari Kata “WA-RA’-SA’ Yang berarti Warisan. Ini artinya kitab ini merupakan kitab-kitab yang diwariskan oleh para Ulama pendahulu bagi umat islam masa kini, bisa dibayangkan bagaimana para Ulama terdahulu dapat menulis berjilid-jilid buku tanpa perlengkapan canggih secanggih zaman sekarang, bahkan dalam hal yang serba sulit seperti dipenjara dan diasingkan tetap produktivitas dalam menulis tidaklah menurun, ini semua tentunya tidak mudah dan juga sifat wara’a para Ulama masa itu. Adapun tujuan-tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini ialah sebagai berikut:

  1. Agar Santri biasa menggunakan kemampuan bahasa yang telah diajarkan oleh dewan asatidz,
  2. Menanamkan kepada para santri untuk cinta dalam membaca buku, terlebih-lebih kitab yang dibaca adalah tentang ilmu agama, karena dalam sebuah hadits “ Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka Allah menjadikannya ia pandai mengenai agama dan ia diilhami Petunjuk-NYa [Muttafaq ‘alaih],
  3. Memperluas wawasan supaya santri tidak Taqlidul A’ma atau Fanatik Buta dalam menemukan perbedaan dimasyarakat nanti, terutama seorang santri.

Sementara itu Tujuan Utama dari kegiatan ini juga adalah mengingatkan kepada santri bahwa dalam proses pembelajaran seorang muslim haruslah memiliki sanad ilmu yang jelas, apalagi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan agama, dan tentulah sanad ilmu tertinggi kita haruslah sampai kepada ajaran yang Rasulullah SAW ajarkan yang beliau dapatkan langsung dari malaikat dan malaikat mendapatkan langsung dari Allah SWT. Semoga dengan usaha-usaha seperti kegiatan ini di Pesantren bisa sampai sanadnya ke Rasulullah SAW.