Seminar “Investasi Ala Santri” bersama Ketua Darunnajah Business School di Pondok Pesantren Al Mansur Darunnajah 3

Seminar “Investasi Ala Santri” bersama Ketua Darunnajah Business School di Pondok Pesantren Al Mansur Darunnajah 3

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

STIE Darunnajah – Siapa yang tidak kenal dengan sosok Khadijah? Sosok yang begitu lekat di pikiran kita semua. Sosok perempuan kaya raya yang pintar mengelola keuangannya, mempunyai usaha yang sukses dan senanstiasa ikhlas dalam menyumbangkan hartanya di jalan Allah. Dan ada juga contoh lain dari kalangan laki-laki. Sosok ini sangat kita kenal, beliau ialah Nabi Muhammad S.A.W. Teladan yang patut kita tiru. Karena hakikatnya beliau orang yang kaya raya namun memilih hidup sederhana. Mengelola hartanya untuk hal yang lebih bermanfaat untuk ummat. Hal ini dibuktikan ketika Nabi S.A.W bangun dari tidurnya dan terdapat bekas cetakan alas tidur di pipi beliau, dan sebagainya.

Contoh lain dalam hal ini bisa kita lihat kilas balik berdirinya Lembaga Muhammadiyah yang didirikan oleh Kyai H. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah yang kita lihat sekarang sudah sangat besar. Hal ini disebabkan karena sedari kecil Kyai H. Ahmad Dahlan sudah pandai berinvestasi. Bukti nyatanya kita bisa lihat banyaknya  Rumah Sakit milik Muhammadiyah. Dan hal tersebut di contoh oleh pendiri Darunnajah. Sehingga Sarunnajah bisa besar seperti sekarang. Karena investasi leher ke atas lebih penting daripada investasi leher ke bawah.

Ketua Darunnajah Business School memaparkan materi seminar

Dan Darunnajah dalam perjuangannya pun rela mengorbankan harta benda milik pribadi. Seperti Hj. Tsurayya yang pernah menjual gelang emasnya untuk modal awal Darunnajah. Dan Kyai H. Ahmad Dahlan juga melakukan hal tersebut. Beliau sampai menjual seluruh barangnya untuk itu. Kemudian ada seseorang yang datang dan hendak membeli barang beliau. Namun ternyata orang tersebut membayar barang beliau namun tidak mengambil barangnya.

Adapun di masa kini beberapa orang yang bisa disebut berhasil dalam mengelola keuangannya karena dilihat dari data yang ada terkait harta kekayaan mereka. Antara lainnya : Bill Gates, Warren Buffet, Sandiaga Uno.

 

Antusias para santriwati dalam mengikuti seminar

Kenapa kita harus mulai berinvestasi?

  1. Mengamankan uang, karena setiap tahun terjadi inflasi atau penurunan jumlah mata uang
  2. Jumlahnya bertambah
  3. Potensi sejahtera tinggi karena ada peluang untuk terjadinya kebebasan dan mengajukan pension dini
  4. Berani mengambil resiko
  5. Masa depan terjamin karena displin dalam mengelola keuangan

Hal yang paling membedakan kita dalam hal ini adalah mental, kaya atau miskin. Karena orang kaya adalah orang yang pandai menunda kesenangannya sampai waktu dimana investasinya itu bisa memenuhi gaya hidupnya. Sehingga bisa juga terjadinya pensiun dini.

Pensiun dini disini dimaksudkan ialah ketika kita sudah memiliki “Passive Income”. Yaitu, fase dimana uang akan terus dating kepada kita sekalipun kita tidak bekerja. Dan sumber passive income salah satunya mempunyai kontrakan.

Adapun investasi yang bisa kita lakukan antara lain :

  1. Deposito, sedikit keuntungan tapi lebih baik dibandingkan di tabungan biasa
  2. Emas, karena emas itu liquid. Karena jika dibutuhkan dalam waktu mendesak bisa langsung dicairkan. Dan digunakan dalam jangka waktu panjang
  3. Saham
  4. Property, contohnya seperti tanah, kontrakan dll

Kunci dari menggandakan uang adalah bisnis dan sedekah. Karena Allah pun menjamin rezeki bagi hamba-Nya yang bersedekah. Serta pengusaha yang jujur pun merupakan salah satu kunci masuk surga. Ketika kita melakukan investasi kita harus SaDis (Sabar dan Displin) Misalnya, kita rutin memotong berapa persen dari pendapatan kita di awal bulan dan menabungnya. Tujuan dari investasi ini sendiri bisa membuat kita kaya akan pengalaman, memperluas relasi, dan memperbanyak ilmu kita.

Mari kita sama-sama mulai untuk berinvestasi agar kehidupan kita lebih sejahtera kedepannya dan siap akan kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga di masa mendatang.

Kontributor : Salma Lathifah, Mahasiswi Administrasi Bisnis

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah