Semangat Santri Mewarnai Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Darunnajah

Jakarta – Santri Pondok Pesantren Darunnajah memperingati Hari Pramuka ke-64 dengan penuh semangat. Peringatan ini digelar pada Kamis (14/8) di lapangan Darunnajah dan dihadiri seluruh santri dan segenap guru TMI Darunnajah.

Tahun ini, peringatan Hari Pramuka terasa istimewa karena bertepatan dengan upacara penutupan Perkemahan Khutbatul ‘Arsy (Perkhutsy) ke-37. Perkhutsy sendiri merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ta’aruf Khutbatul ‘Arsy dan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (Porseka).

Tujuan diadakannya peringatan ini adalah agar santri dapat mengenang kembali jasa para pahlawan bangsa, khususnya tokoh-tokoh yang berperan dalam membangun gerakan pramuka. Dengan begitu, diharapkan semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan semangat juang dapat terus tumbuh dalam diri mereka. Upacara diadakan juga untuk menutup semua rangkaian kegiatan Perkhutsy yang terdiri dari beragam lomba, dan telah diadakan mulai dari tanggal 11 Agustus.

Upacara dipimpin langsung oleh Ustadz Towil Akhiruddin, M.Pd. Dalam amanatnya, Ustadz Towil menekankan peran penting gerakan pramuka dalam membentuk karakter pemuda.

“Gerakan pramuka memiliki peran, tugas, dan fungsi yang sangat penting. Santri harus aktif melakukan kegiatan positif seperti pelestarian lingkungan hidup, bakti sosial, dan lain-lain,” ujar Ustadz Towil dalam amanatnya..

Beliau juga memaparkan kriteria pramuka ideal dan mengajak santri untuk menumbuhkan semangat pramuka sebagai wujud rasa cinta tanah air. Seruan motivatif “Bangkitlah, bekerjalah, kamu hanya hidup sampai besok!” juga disampaikan oleh beliau.

Beliau pun mengajak untuk kembali menghidupkan satuan-satuan karya pramuka di Darunnajah, serta berharap ada santri yang kelak meraih predikat Pramuka Garuda.

Sebagai penutup, panitia membacakan daftar pemenang lomba dari berbagai cabang yang dipertandingkan selama Perkhutsy ke-37. Sorak-sorai santri yang menyambut kemenangan menjadi penutup yang manis bagi seluruh rangkaian upacara.

Peringatan Hari Pramuka ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pramuka tidak hanya sekadar simbol atau atribut seragam. Bagi santri Darunnajah, pramuka adalah wadah untuk melatih diri menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, disiplin, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.

Di akhir upacara, dilakukan pelepasan 213 santri yang akan menjadi peserta World Scout Muslim Jambore di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 9–14 September 2025 mendatang.

 

Penulis : Razan Muhammad, santriwan kelas akhir TMI Darunnajah.

Penyunting : Haqiqi N. Azzam santriwan kelas akhir TMI Darunnajah.