Mukomuko, 22 Oktober 2024 – Dengan penuh semangat dan jiwa nasionalisme, Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 memperingati Hari Santri Nasional 2024 dengan serangkaian acara inspiratif dan edukatif. Upacara digelar di lapangan besar pesantren pada Selasa pagi, diikuti oleh seluruh santri dan para ustadz-ustadzah. Dalam nuansa khidmat dan kebersamaan, upacara ini menjadi momen refleksi atas kontribusi santri bagi bangsa dan pengingat pentingnya nilai-nilai yang diperjuangkan para santri dalam sejarah bangsa.
Dalam suasana hening dan penuh hormat, bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dilantunkan bersama oleh seluruh peserta upacara. Kegiatan ini tak hanya menunjukkan jiwa patriotisme santri namun juga menjadi pengingat nilai kesatuan yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.
Selepas upacara bendera, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan istimewa dari para santri. Penampilan pertama adalah pertunjukan hadroh yang membawakan lagu mars syubbanul wathon. Alunan musik tradisional dari alat-alat hadroh disertai lantunan shalawat menambah syahdu suasana, menggugah jiwa santri untuk selalu mengingat Rasulullah dan menjunjung tinggi nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah hadroh, giliran santri dari kelas yang lebih muda menampilkan puisi berantai. Tema puisi yang dibawakan mencakup semangat santri dalam belajar, kemandirian, dan perjuangan menimba ilmu di pesantren. Dengan semangat yang menyala, mereka berhasil menyampaikan pesan melalui bait-bait puisi yang menyentuh hati dan memberikan motivasi kepada seluruh santri untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu.

Penampilan terakhir adalah drama santri yang menceritakan kisah inspiratif mengenai kehidupan santri di pesantren. Drama ini menggambarkan pengalaman sehari-hari para santri yang penuh tantangan dan pembelajaran. Kisah dalam drama ini menyiratkan bahwa menjadi santri bukan sekadar tentang menimba ilmu agama, namun juga bagaimana mereka dibentuk menjadi individu yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia. Para penonton menyambut drama ini dengan tepuk tangan meriah, merasa terhibur sekaligus terinspirasi.
Sebagai puncak acara, pesantren mengadakan sesi “Nonton Bersama” di lapangan futsal dengan menggunakan layar proyektor besar. Film yang dipilih adalah “Cahaya Cinta Pesantren”, sebuah film yang menggambarkan suka duka kehidupan di pesantren. Melalui film ini, para santri diajak untuk merefleksikan perjalanan mereka sendiri, memahami lebih dalam makna persahabatan, keikhlasan, dan perjuangan hidup sebagai santri. Suasana penuh kebersamaan terasa ketika santri dan ustadz-ustadzah menyaksikan film ini bersama, mengukuhkan ikatan persaudaraan dan semangat kekeluargaan.
Acara peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Seluruh santri tampak senang dan terinspirasi, mengingat pentingnya Hari Santri sebagai bagian dari sejarah bangsa sekaligus momen pengingat akan kontribusi besar santri dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa.