Perkemahan Khutbatul ‘Arsy merupakan agenda tahunan yang menjadi gerbang petualangan pertama bagi santri baru, biasanya diselenggarakan sebulan setelah mereka resmi memulai kehidupan di pesantren.
Lapangan besar Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 menjadi pusat kegiatan Perkemahan Khutbatul ‘Arsy (Perkhutsy) 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Agustus ini diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru, menghadirkan momen berharga untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kemandirian, dan mengasah keterampilan kepemimpinan.

Sejak upacara pembukaan di hari pertama, suasana penuh semangat sudah terasa. Tenda-tenda berdiri tegak mengelilingi lapangan, menjadi rumah sementara bagi para peserta. Acara dibuka secara resmi oleh pembina upacara, direktur pendidikan dan pimpinan pesantren bersama-sama. Pembina upacara menyampaikan sambutannya dengan menekankan pentingnya Perkhutsy sebagai ajang pembentukan karakter santri seperti disiplin, mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan begitu padat dan variatif. Mulai dari upacara pembukaan, lomba-lomba, jelajah alam, senam Pramuka, hingga api unggun yang menjadi puncak keakraban. Di malam api unggun, semua andika pramuka menampilkan pentas seni masing-masing yang berbeda setiap kelompok. Acara unggun gembira adalah hal yang paling ditunggu-tunggu setiap perkemahan karena keseruan yang luar biasa.
Tidak hanya hiburan, Perkhutsy juga diisi dengan materi kepramukaan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan. Guru-guru turut aktif mendampingi, membimbing, dan memberi teladan bagi para santri, menjadikan kegiatan ini sebagai pembelajaran di alam terbuka yang penuh nilai.

Perkemahan Khutbatul ‘Arsy 2025 bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Ia adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan arti kerja sama, persaudaraan, dan keteguhan hati. Di balik tenda dan api unggun, tersimpan pelajaran berharga bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan perjuangan bersama akan selalu melahirkan generasi yang tangguh.
