Para santri putra Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengikuti Olimpiade Pengasuhan Santri pada 4–14 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh santri kelas 5 TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat al-Islamiyah) dan diikuti seluruh santri putra kelas 1 hingga 4. Tema yang diusung tahun ini: “Menjunjung Tinggi Sportivitas dengan Nilai Islami di Era Globalisasi.”
Penyelenggaraan kali ini menonjolkan satu hal yang membedakannya dari edisi sebelumnya, yaitu sistem pertandingan antarklub ekstrakurikuler. Setiap klub turun sebagai satu kesatuan, lalu saling berhadapan di berbagai cabang lomba. Pola ini dirancang untuk menumbuhkan semangat bersaing yang sehat sekaligus rasa memiliki terhadap klub masing-masing.

Tujuan utamanya sederhana: meningkatkan sportivitas dan daya saing antarklub. Panitia berharap setiap klub keluar dengan motivasi yang lebih kuat. Para pemenang di tiap cabang pun disiapkan untuk berkembang menjadi yang terbaik dan mewakili Pesantren pada ajang lomba berikutnya.
Pelaksanaan selama sebelas hari tidak berjalan tanpa catatan. Panitia menilai sebagian rangkaian acara berlangsung kurang kondusif, sehingga evaluasi terus dilakukan dari hari ke hari. Meski begitu, antusiasme peserta tetap terjaga. Suasana lomba berlangsung gembira dan banyak santri menikmati setiap pertandingan yang mereka jalani.

Bagi santri kelas 5 TMI, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar mengelola acara besar. Pengalaman menyiapkan jadwal, mengatur peserta dan menengahi pertandingan adalah bekal kepemimpinan yang sulit didapat di dalam kelas.
Sportivitas yang ditanamkan lewat olimpiade ini menyimpan pesan yang lebih luas. Bersaing dengan jujur, menghormati lawan dan menerima hasil dengan lapang dada adalah nilai yang berguna di mana pun para santri berada nanti.
