Kampus 1 Darunnajah 2 Cipining berubah semarak sepanjang 4–14 Mei 2026. Gemuruh yel-yel, tepuk tangan riuh dan semangat berkompetisi mewarnai ajang tahunan Olimpiade Pengasuhan 2026 yang dimotori Departemen Pengasuhan Santri. Sebanyak 783 Santri Putri kelas 1 hingga 5 TMI bersatu dalam kompetisi yang berlangsung selama sepuluh hari di area Asrama Kampus 1.

Olimpiade tahun ini mengusung dua tema besar: Character Building dan Academic Achievement. Lewat dua tema ini, pesantren ingin menanamkan sportivitas, kerendahan hati, dan semangat berprestasi sekaligus. Hasilnya diharapkan konkret: Santri Putri makin percaya diri tampil di depan umum, makin solid dalam kerja tim, dan pulang ke kelas dengan semangat belajar yang lebih menyala.
Kompetisi mencakup berbagai bidang, mulai dari olahraga, keputrian, kepramukaan, hingga ditutup dengan api unggun gembira. Namun di balik kemeriahan itu, panitia dan para musyrifah harus memutar otak mengatur jadwal lomba di tengah rutinitas harian yang padat — salat berjamaah, sekolah formal, hingga setoran hafalan Al-Qur’an. Berkat koordinasi solid antar-panitia dan kedewasaan para peserta, seluruh rangkaian acara berjalan rapi dan tepat waktu.

Respons dari lapangan sangat positif. Santri Putri mengikuti setiap lomba dengan antusias, bahkan banyak yang berharap kegiatan serupa diperpanjang. Pihak pengasuhan pun menyatakan kepuasan penuh melihat energi Santri Putri tersalurkan secara produktif dan memberikan dukungan agar olimpiade ini terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.
Olimpiade Pengasuhan 2026 kembali membuktikan bahwa mendidik generasi unggul bukan hanya urusan buku di dalam kelas. Mental ditempa di lapangan, karakter dibentuk dalam kompetisi dan persaudaraan dirajut dalam semangat yang sama.
