Selfie dan Wefie sebagai Media Dakwah dengan Lensa

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Di zaman milenial sekarang ini, salah satu trend yang paling berkembang adalah foto selfie. Tidak dipungkiri, semua orang yang ada di dunia pasti pernah mengambil foto selfie.

 

Demam foto selfie menjalar disetiap kalangan muda dan tua. Dan ditambah pula adanya tongsis

(tongkat narsis) dan gadget yang semakin canggih dan kualitas gambar lebih baik dan kini sudah ada istilah baru wefie, yaitu selfie yang dilakukan beramai-ramai.

Kemajuan teknologi semakin meningkat dalam kehidupan kita. Hal ini menjadikan masyarkat untuk terus mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Kehadiran smartphone seperti ipad, iphone dan android membawa fenomena baru di kalangan remaja dan dewasa yaitu selfie.

Tapi tahukah kalian apa itu selfie atau wefie?

Selfie atau wefie adalah bentuk foto dari hasil memotret  diri sendiri atau selft image dengan cara melakukan kegiatan memfoto dirinya sendiri dengan menghasilkan  gambar yang terlihat hanya wajah yang memenuhi layar camera seorang selfies itu sendiri.

Lalu menurut kalian bagaimana adab sebelum melalukan selfie atau wefie yang diperbolehkan oleh islam?

Ketika kita akan berselfie atau wefie hal yang pertama akan kita lakukan adalah kita akan memperbaiki penampilan bukan? Meluruskan rambut yang acak-acakakan, jilbab yang kurang rapih, baju yang kusut, dan juga senyuman kita terlalu minimal atau terlalu maksimal. Mirip sekali apa yang kita lakukan di depan cermin.

Maka dari itu lakukanlah adab ketika bercermin dan berias selama melihat diri kita selfie. Yaitu dengan membaca doa berikut ini!

اللًَهُمًَ كَماَ حَسًَنْتَ  خَلْقِيْ فَحَسًِنْ خُلُقِيْ

Allahumma kamaa hassanta khalqi fa hassin khuluqi “

Artinya: “Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pula akhlakku”.

Doa ini juga sering diucapkan oleh Rasulullah SAW. Doa bercermin sudah ditulis pada hadits yang diriwayatkan oleh Anas RA. Yang berbunyi:

الحمد للًه الذي سوى خلقي فعدله ,وكرم صورة وجهي فحسنها وجعلني من  المسلمين

“ Alhamdulillahilladzi sawwa khalqii fa’addalahu wa karrama shurata wajhii fahassanaha waja’alanii minal muslimin”

Artinya:

“ Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku, maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang-orang islam.”

Kaca itu adalah cerminan dari manusia. Ketika bercermin, berdoalah agar diberi akhlak yang baik.

“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Surat At-Tin ayat 4.”

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu mengingat kepada Allah yang telah menciptakan fisik kita yang begitu sempurna. maka kita sebagai umat muslim untuk selalu berdoa ketika bercermin.karena dengan berdoa baik secara lisan dan hati agar senantiasa kita selalu bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita terutama Nikmat fisik yang baik, sehat, indah, cantik dan tampan. Karena Allah SWT telah menciptakan manusia yang paling baik dan sempurna dibanding makhluk yang lain.

Gunakanlah lensa dengan bijak ketika tidak terlalu dibutuhkan untuk selfie lebih baik tidak usah. Karena cantik yang sebenarnya adalah dari dalam kecantikan dari luar hanyalah titipan dari Allah SWT. Seperti yang dikatakan dalam kata mutiara berikut:

ليس الجمال بأثواب تزيننا إنّ الجمال جمال العلم والأدب

kecantikan seseorang itu tidak dilihat atau dinilai dari pakaian yang dikenakan, melainkan dinilai dari ilmu dan adab yang menghiasinya.

(dn.com/viky)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Kegiatan Fathu Kutub Santri Akhir Putri

Cidokom Post – Sejak Sabtu (24/10) Pondok Pesantren Anur Darunnajah 8 mengadakan kegiatan tahunan Fathu Kutub untuk santri akhir TMI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula