Ahad, 14 Mei 2017 menjadi hari penting bagi segenap civitas, keluarga besar dan simpatisan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor. Ya, hari itu telah terlaksana Wisuda Santri (Haflu Takharruj) angkatan ke XXIV yang meluluskan 194 santri kelas Akhir TMI (XII MA & SMK). Kesyukuran semakin bertambah dengan telah selesainya 24 santri dalam menghafal Al Qur’an. Juga, empat santri lulus Ujian Nihai TMI dengan kriteria Mumtaz (camlaude).

Para santri yang telah selesai program menghafal kitab suci tersebut adalah:

  1. Haikal Ramadhan
  2. Abqariy Hisan
  3. Roby Hizbullah
  4. Harun Rama Satsono
  5. Sayyid Humam al Haq
  6. Adnan
  7. Hifdzi Sobahi
  8. Muhammad Arif Pramudia
  9. Wandi Saputra
  10. Nadia Shofa Kamila
  11. Rifatussa’diyah
  12. Salsabila Meilya Kurniawansyah
  13. Nurul Karimah
  14. Nur Azizah Rahman
  15. Nur Aziah Fauziyah
  16. Tika Laifiatunni’mah
  17. Luthfiyatunnisa Syaukani
  18. Syarifatul Mubarokah
  19. Dewi Kultsum
  20. Siti Herni
  21. Sohwatul Huda
  22. Muniroh
  23. Qist Qorie Aina
  24. Uul Khofifah

 

Adapaun keempat alumni yang lulus Imtihan Nihai (ujian akhir pesantren) dengan predikat Mumtaz adalah:

  1. Muhammad Alif Rafdy, rata-rata: 87,20
  2. Nadia Shofia Kamila, rata-rata: 87,18
  3. Azfi Mahda Faqia, rata-rata: 86,43
  4. Muhammad Haekal Ramadhan, rata-rata: 86,23

Annual meeting  yang kepanitiaannya di komandani ustadz Imam Ghozali, S.Pd.I ini terasa semakin khidmah dengan kehadiran ustadz H. Abdullah Sa’id Baharmus, Lc  menyampaikan motivasi dan arahan kepada para alumni, wali santri dan segenap hadirin. Salah-satu anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur ini, mengawali orasinya dengan bahasa Arab yang fasih dan baik. Bahkan sangking semangatnya, ustadz yang sangat familiar bagi para alumni dan mahasiswa Timur Tengah, terutama Jami’ah Islamiyah Madinah, sudah datang dan bermalam di pesantren pada Sabtu malam, serta berkeliling asrama pada pagi hari sekaligus meninjau wakaf sumur bor dari salah-satu muhsinin (donatur) di Timur Tengah lewat perantaraannya. Beliau juga mendo’akan keberkahan atas sumur bor itu bagi warga pesantren dan masyarakat sekitar.

Seperti pada wisuda santri tahun-tahun sebelumnya, pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc juga menyampaikan nasehat dan arahan kepada para alumni baru. Dengan pembawaan kiai yang low profile nan penuh kharisma, semua petuah dan wejangan disimak dengan baik dan akan menjadi bekal mereka menapaki kehidupan di masa mendatang. Beliau juga mendo’akan kesuksesan dan keberkahan bagi mereka semua.

Adapun sambutan dari perwakilan wali santri disampaikan oleh bapak oleh bapak Ir. H. Andi Yudi Hendriawan, MRE (orang tua dari santriwati Farhani Hendriana Fasya asal Jakarta). Dengan sangat menyakinkan dan penghayatan, dia menceritakan ulang suka-duka dari awal mengantar putrinya mondok selama empat tahun hingga lulus di pesantren modern ini. Di antara hal menarik yang disampaikan adalah bahwa putrinya selepas SMP sudah mendaftarkan di sebuah sekolah bonafide di bilangan BSD Serpong Tangerang, namun akhirnya lebih mantap untuk memilih belajar di Darunnajah 2 Cipining, meskipun harus berjuang ketika harus mengantar dan atau mejemput putrinya karena  sempat mobil mereka turun mesin. Hadirin memberikan appalaus tanda apresiasi terhadap perjuangan wali santri.

Sambutan calon alumni disampaikan oleh Salsabila Meilya Kurniawansyah dalam bahasa Arab dan  Nabil Fairuzzabadi  yang berbahasa Inggris. Sebagai tradisi baik terkait kebiasaan wakaf alumni terhadapa pesantren, maka alumni angkatan 24 ini telah mewakafkan satu bangunan gerbang nan indah dan megah di pintu masuk kampus satu yang notabene asrama santriwati.

Prosesi wisuda santriwan oleh pimpinan pesantren didampingi Kepala Biro Pendidikan, ustadz Ridha Makky Jamhari, S.Pd.I, M.Pd.I, Kepala Biro SDM, ustadz Musthofa Zahir, S.Pd.I, Lc, M.Ag, Kepala Madrasah Aliyah, ustadz Katena Puru Gandhi, S.Pd.I dan kepala Sekolah Menengah Kejuruan, ustadz Fathul Mukmin Wasyraf, S.Pd.I. Adapaun prosesi wisuda santriwati oleh ibu nyai Hj. Rahmah Manaf Mukhayar yang didampingi dua menantunya, ustadz Halimah, S.Pd.I Al hafidzah dan ustadzah Nailil Muna, S.Pd.I, M.Si.

Rangakain Haflu Takharruj yang dipandu dua MC santriwan kelas 5 TMI dalam bahasa Arab dan Inggris, Abdul Halim dan Muhammad Fadhilah, disempurnakan dengan berjabat-tangan (mushafahah) dan pemberian ucapan selamat (tahni’ah) serta sesi perfotoan bersama pimpinan pesantren, para kepala biro, kepala madrasah, tamu vip termasuk utusan Yayasan Darunnajah: Dr. Hasan Darojat (Ketua Bidang kerja-Sama Luar Negri) dan ustadz Nasirin, S.Pd.I (Kepala Biro Humas), ustadz Muhammad Towil, S.Pd.I (Darunnajah 8 An Nur Cidokom) dan ustadz Muhammad Averus, S.Pd.I (Darul Muttaqin Parung Bogor). (wardan/mr.mim)