Sejarah Pondok Pesantren

SEJARAH PONDOK PESANTREN

Sekolah Berasrama | SMK Dibanten | SMK Unggulan | Pesantren Terkenal | Pesantren Unggulan | Sekolah Putra/I | No Telp. 0254 257 4443 | SMS Center 0857 1310 1414" src="http://nurul-ilmi.com/wp-content/uploads/2012/04/Nurul-Ilmi-150x150.jpg" alt="Pesantren di banten, Pesantren Terbaik, Pendidikan Pondok Pesantren" width="150" height="150" />
Pondok Pesantren Nurul Ilmi

Pada mulanya ada seorang kyai, kemudian datang beberapa santri yang ingin menuntut ilmu pada kyai tersebut. Hari demi hari semakin banyak yang datang, akhirnya tak tertampung lagi di rumah kyai itu, dan dibuatlah masjid atau mushalla untuk berjamaah/kegiatan santri. Pondok-pondok itu dibuat oleh santri itu sendiri dengan dukungan orang tuanya. Dan jika kyainya mampu maka diusahakan oleh kyai tersebut dengan mengorbankan segala-galanya demi kemajuan anak-anak didik. Maju dan mundurnya pondok pesantren tergantung pada kemampuan kyainya. Banyak pesantren yang baru tumbuh kemudian mati begitu saja dan banyak pesantren yang mati setelah pendirinya meninggal. Demikian riwayat pondok pesantren pada umumnya.

Pondok pesantren bukan hotel dan bukan pula indekos. Dalam hotel atau asrama indekos yang dicari keuntungan materin . Orang membangun dengan modal sendiri tetapi mengharapkan keuntungan dari modal semula. Tetapi pondok pesantren didirikan semata-mata agar para santri dapat berhasil dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Agar santri dapat mengamalkan ajaran agamanya dan mengembangkannya pada masyarakat.

Setiap datang santri baru, berarti tambah anggota baru yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup pesantren tersebut.

Dahulu santri memasak sendiri, tapi sekarang masak-memasak secara kolektif, agar waktu yang ada digunakan untuk belajar. Tetapi jiwa pesantren tetap dipertahankan.

Maka dari itu disini mereka dilatih mengurus sendiri, mencuci sendiri, menertibkan kamar dan alat-alatnya sendiri.

Kata “santri” ada yang mengartikan berasal dari dua kata. Shun (bahasa arab), berarti jagalah dan “tri” (bahasa san sekerta) berarti tiga. Jadi santri adalah pelajar yang selalu menjaga tiga pokok yaitu iman, islam dan ihsan.

Jadi jelaslah bahwa pondok pesantren ialah tempat para pelajar menuntu ilmu agama yang sehari-harinya hidup bersama kyai dan guru-guru. Mereka dibina agar kelak menjadi manusia yang mengerti dan mengamalkan ajaran-ajaran agama serta menyebarkan kepada masyarakat.

 

By : Nurul Ilmi