Pada awalnya tanah yang sekarang di bangun Pondok Pesantren An Nahl adalah milik H. Syarifudin beliau adalah wali murid sekolah Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta yang ke 6 anaknya sekolah di tempat tersebut. Niat semula H. Syarifudin beserta keluarga ingin mewakafkan tanah tersebut ke Al Azhar namun dengan pertimbangan tertentu pihak Al Azhar mensarankan tanah tersebut untuk di wakafkan ke Pondok Pesantren Darunnajah.
Kemudian pihak Al Azhar mempertemukan pihak Darunnajah yang di wakili oleh H. Saefuddin Arief, S.H., M.H., Drs. H. Bahruddin Moyensyah, H. Abdul Haris Qodir, dengan pihak H. Syrifudin yang bertempat di Toko Buku Anggrek di Mayestik Milik H. Sarifudin. Dari Pertemuan tersebut di sepakati bahwa tanah yang luasnya 17.000 m2 di wakafkan ke Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami.
Setelah Pertemuan tersebut Yayasan Darunnajah membuat surat pernyataan wakaf yang di tandtangani pada tanggal 6 Maret 2004.
Untuk pengelolaan tanah wakaf tersebut Yayasan Darunnajah mengadakan rapat yang antara lain memeutuskan bahwa Drs. K.H. Mad Rodja Sukarta di angkat sebagai pimpinan An Nahl untuk mendirikan pesantren di atas tanah tersebut. Yayasan memberikan jangka 10 tahun. Menindak lanjuti keputusan Yayasan beliau melaksanakan kegiatan pesantren pada Januari 2004.
Pondok Pesantren Cabang Darunnajah ke 5 yang di beri nama oleh Drs. H. Amanadir Sholeh adlah An Nahl, di awali dari munculnya ide-ide besar berupa keinginan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan islam yang standar dan berkualitas, dari segi kualifikasi mutu alumni, serta pelayanan dan manajemen pengelolaannya. Pondok Pesantren An Nahl di rintis oleh Drs. K.H. Mad Rodja Sukarta, beliau mengutus empat ustad alumni Darul Muttaqien Parung, namun Yang tetap berjuang di An Nahl dua ustad yaitu M. Shdiq dan Fauzan untuk mukim di atas tanah wakaf tersebut.
Pondok Pesantren An Nahl Adalah Salah Satu Cabang Pesantren Darunnajah Jakarta yang ke 5 dengan Luas areal 2 hektar. Pondok Pesantren An Nahl di dirikan Pada tanggal 18 Juli 2004 yang tempatnya berada di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Kampung Ciseureuh Desa Tanjungan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Areal bangunan yang sudah ada terdiri atas dua lokal, di antaranya gedung perumahan guru dan gedung untuk kegiatan majlis ta’lim dan kegiatan bibmbingan untuk santri. Sampai akhir Desember 2014 telah berdiri banguanan kurang lebih 10.000 m2.

