Sehari Bersama Kasie PK Pontren Kabupaten Bogor

Ingin hati menghadiri pembukaan kegiatan Darunnajah Celebration (DC) di pesantren Darunnajah Cipining pada pukul 08.00 WIB, Sabtu (22/1/11), namun karena terdapat kendala teknis, kehadiran Kasie PK Pontren Kabupaten Bogor terlambat. Meskipun begitu, keterlambatan itu tidak membuat semangat beliau kendor, justru kehadirannya ke pesantren tampak menambah warna serta tetap dapat menyemarakkan kegiatan yang tengah berlangsung.

Kasie PK Pontren Kab. Bogor bersama Istri

Menjelang tengah hari, mobil jip yang dikendarai Kasie PK Pontren, Bapak Matnur bersama sang istri memasuki Darunnajah Cipining, tepatnya di kediaman pimpinan pesantren. Dengan mengenakan pakaian casual berupa training lengkap dengan jaketnya yang berwarna biru tua bergaris merah serta topi korps kementerian agama dipadu dengan busana sang istri yang berwarna merah marun, keduanya lalu memasuki ruang tamu.

Di Taman Hadiqotul Ahjar Darunnajah Cipining

Disana, pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc telah sedia menyambut. Perbincangan terkait kegiatan pesantren dan seputar ke-Darunnajah-an antara keduanya terasa hangat mengiringi acara ramah tamah. Selanjutnya mendengar info bahwa Darunnajah Cipining juga menyelenggarakan lomba renang pada kegiatan DC cabang FAS (Festival Anak Sholeh) untuk tingkat MI/SD, Pak Matnur merasa tertarik untuk melihat secara langsung kolam renang yang berlokasi di kampus 2.

Sesaat kemudian, Pak Matnur dan istri meluncur ke kampus 2 ditemani kepala biro dakwah dan humas, Ustadz Katena Putu Gandi, S. Pd.I. “Wah, alhamdulilah, ini pesantren luar biasa. Pesantren Darunnajah Cipining ini ialah pesantren yang integrated. Berbagai perpaduan ada disini. Tidak saja pendidikan agama, namun pendidikan yang lain ada disini, bahkan berbagai bentuk usaha juga tengah dilakukan”

Pak Matnur Di Taman Hadiqotul Ahjar

Hal lain yang membuat beliau kagum adalah pesona alam Darunnajah Cipining. Seolah tidak ingin kehilangan moment, beliau dan istri mengambil gambar di taman ‘Hadiqotul Ahjar’ guna diabadikan dalam ponsel.

Usai itu, beliau melanjutkan menuju bazaar buku murah yang berada di aula pesantren kampus 1.  Pada stand penerbit ‘Koekoesan’, beliau tampak mencari-cari kamus bahasa Indonesia-Arab. Kunjungan dilanjutkan pada stand kitab-kitab bernama ‘Darul Kutub’. Pada stand ini, beliau dan istri terlihat antusias. Akhirnya, pilihan beliau tertambat pada kitab ‘Ihya Ulumuddin’ karya Imam Ghozali. Kitab 4 jilid itu pun diborongnya bersama kitab-kitab kecil lainnya.

Di Salah Satu Stand Bazar Darunnajah Celebration

Setelah melakukan sholat Dzuhur di masjid jami’ Darunnajah Cipining, beliau kembali menyempatkan diri berkeliling di bumi perkemahan peserta FAS yang berada di sekitar masjid. Sembari menyapa dan mengakrabi para bindamping (Pembina pendamping), beliau memberikan semangat kepada para peserta FAS. “Selamat berjuang dan semoga menjadi anak sholeh!”.

Merasa cukup dengan kunjungannya, beliau dan istri kembali menuju kediaman pimpinan pesantren guna berpamitan. (Wardan/Billah).