Sedekah Menghindarkan Musibah dan Kematian yang Buruk

Sedekah memiliki dampak yang baik terhadap pelakunya serta menjaga dirinya dari berbagai musibah dan bencana. Umamah – radiyallahu ‘anhu – meriwayatkan bahwa Rasulullah  – Shallallahu ‘alaihi Wasallam –  bersabda;

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِي مَصَارِعَ الشُّوْءِ، وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ، وَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ

Perbuatan-perbuatan yang baik akan menghindarkan diri dari pintu-pintu keburukan, sedekah yang tersembunyi akan memadamkan amarah Allah, dan menyambung tali silaturahmi akan menambah usia. [HR Ath-Thabrani Al-Kabiir dengan Sanad Hasan (Lihat Shaahiih Al-Jami hal 3.797)]

santunan 1Ibnu Abi Al-Ja’d berkata, “Sedekah itu menghidarkan diri dari tujuh puluh pintu keburukan.”

Diantara dampak baik sedekah lainnya ialah memelihara orang dari kematian yang buruk. Anas bin Malik – radiyallahu ‘anhu – meriwayatkan bahwa Rasulullah  – Shallallahu ‘alaihi Wasallam –  bersabda;

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَغُ غَنْ مِيتَةِ السُّوءِ

“Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan amarah Allah dan menghindarkan diri dari kematian yang buruk.”

Ibnu Al-‘Arabi Al-Maliki berkata, “Hakikat kematian yang buruk adalah kematian saat melakukan kemaksiatan.”

Al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa Al-Iraqi berkata, “Secara tekstual, maksud kematian yang buruk adalah kematian yang diminta Rasulullah  – Shallallahu ‘alaihi Wasallam –  agar beliau terlindung darinya. Seperti keruntuhan bangunan, jatuh, tenggelam, kebakaran, tergoda syetan saat menghadapi kematian, dan terbunuh saat lari meninggalkan peperangan di jalan Allah.” [Tuhfat Al-Ahwadzi II/330]

WARDAN/@abuadara

=================================

Diambil dari Ta’lim Santri Kelas VI TMI Darunnajah Cipining, Ahad 20 Januari 2013, Bakda Isya di Masjid Jami Kampus 1