SEBERAPA TINGKAT KREATIVITASMU, UKHTI?

Para santriwati merasa senang sekaligus tertantang untuk memperlihatkan kebolehannya dalam hal kreativitas setelah bagian pengajaran putri mengadakan lomba  membuat majalah dinding (mading). Sesuai intruksi, mading ini mulai dikerjakan pada hari Jumat (06/11/2009). Agar tertib dan kompetitif, lomba pembuatan mading ini dilakukan perkelompok muhadloroh.

Kerja sama
Kerja sama

Mulailah, para santri putri menumpahkan karya-karya yang bakal ditempelkan di mading mereka. Saling bekerja sama dan melengkapi untuk menampilkan mading yang terbaik. Dalam setiap mading, biasanya berisi puisi, syair, pantun, teka-teki silang, artikel, dll.

Pembuatan mading ini harus dikerjakan oleh semua anggota kelompok. Maka dalam proses pembuatannya, mereka duduk bersama, ada yang bertugas mendekor, me-lay out, menulis ulang, dan memotong kertas sesuai keperluan. “Kerja sama ini dimaksudkan untuk menjaga kekompakan setiap kelompok” kata Sumarni, staf bagian pengajaran.

Semangat!
Semangat!

Untuk menambah wawasan para santri putri terkait dengan lika-liku perjuangan dalam ber-amar ma’ruf nahyi mungkar, maka tema yang ditetapkan pada pembuatan mading kali ini adalah tentang ‘Jihad”. Setiap kelompok bebas menentukan judul mading masing-masing selama tidak keluar dari tema. Mereka juga diberi kewenangan untuk mengeksplorasi tema tersebut menjadi artikel-artikel bermakna sesuai gaya dan ciri tersendiri.

“Kelompok mohadlorohnya  ada 5, jadi ada 5 mading yang akan bertarung dalam lomba ini” kata Nihayatul Hasanah menjelaskan.

Full Kreativitas
Full Kreativitas

“Agar pembuatan mading juga rapi dan sesuai yang diharapkan, setiap kelompok dibimbing dan dibina oleh kakak kelasnya, yaitu kelas 5 yang sekaligus sebagai ketua kelompok.

Dari date line yang ditentukan untuk pengumpulannnya pada Minggu (08/11/2009) sore, akhirnya semua kelompok berhasil melaksanakannya. Masing-masing kelompok merasa puas dan bangga dengan hasil jerih payahnya. Kemudian mading tersebut ditempel di tempat yang strategis agar dapat diakses oleh siapa saja.

“Aduh capek, tapi puas……..! komentar para santri sesaat setelah mading mereka terpampang menghiasi dinding di samping jalan. Mereka tampak bangga menunjukkan papan yang kaya akan kreativitas mereka. Really? (Anjar)